Rupiah Menguat ke Rp13.330/USD, Tutup Ruang Gerak Dolar AS

Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) nampaknya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Rupiah. Mata uang Garuda pun hari ini kembali menguat di awal perdagangan.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat tipis 2 poin ke Rp13.330 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.325-Rp13.338 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 4 poin atau 0,03% ke Rp13.330 per USD. Adapun pergerakan Rupiah pagi ini, berada dalam rentang Rp13.325 per USD hingga Rp13.336 per USD.

Indeks dolar Amerika Serikat (AS), yang mengukur mata uang AS terhadap sekeranjang saingan utama, berkubang di posisi terendah lebih dari tiga tahun. Dolar AS melemah, setelah investor lebih tertarik membeli yen Jepang dan euro.

Indeks Dolar AS turun 0,6% menjadi 90,45 setelah turun serendah 90,27 terendah sejak Desember 2014. Terhadap yen, dolar AS kembali kehilangan pijakan, dan melemah 0,2% menjadi 110,72 per yen Jepang, tidak jauh dari tingkat terendahnya di 110,32 yen, yang merupakan level terlemahnya sejak 15 September.

Di pasar mata uang, euro melemah setelah yield obligasi benchmark Jerman mencapai titik tertinggi, setelah setter Bank Sentral Eropa Ardo Hansson mengatakan bahwa bank sentral dapat mengakhiri skema pembelian obligasi dalam satu bulan September jika ekonomi dan inflasi berkembang seperti yang diharapkan.

Mendukung kenaikan euro, data menunjukkan surplus perdagangan di kawasan 19 negara tersebut naik ke tingkat tertinggi dalam delapan bulan, mengindikasikan perusahaan sejauh ini mempengaruhi dampak mata uang yang lebih kuat.

Post Terkait