Rupiah Menguat, Dolar AS Sekarang Rp 13.200

Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) tengah terpuruk bahkan hampir terhadap semua mata uang. Pelemahan dolar juga ditambah dengan kian menguatnya mata uang euro.

Hal itu juga mempengaruhi mata uang Garuda. Hari ini rupiah menguat 83 poin atau 0,62%. Dolar AS berada di level Rp 13.224, bahkan tadi padi dolar AS sempat turun hingga ke Rp 13.200

Melansir Reuters, Jumat (8/9/2017), dolar AS tertekan lantaran imbal hasil Treasury yang berjangka panjang turun ke posisi terendah dalam 10 bulan. Hal itu lantaran data klaim pengangguran A.S.

Selain itu ada kekhawatiran tentang dampak badai Irma dan Harvey akan mempengaruhi perekonomian dari terbesar di dunia tersebut. Sehingga membuat permintaan akan instrumen safe haven meningkat seperti surat utang pemerintah.

Indeks dolar terhadap enam mata uang utama sebelumnya stabil di 91.480. Namun dolar turun turun menjadi 91.405. Level itu terendah sejak Januari 2015.

Pelemahan dolar AS diperkeruh oleh keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang tetap mempertahankan suku bunganya di posisi terendah. ECB juga menurunkan perkirakan inflasi.

Hal itu mendorong penguatan Euro yang naik 0,05 % pada US$ 1,2027. Penguatan tersebut mendekati puncak posisi euro tertinggi pada 2,5 tahun sila, di level US$ 1,2070.

Kenaikan euro terhadap yen lebih rendah yaknni naik 0,2% ke level 130.360 yen. Dolar terhadap yen turun 0,7% ke posisi 108,380 yen, namun sempat menyentuh level terendah selama 10 bulan terakhir di 108,050.

“Euro dibeli pada saat lonjakan yang mungkin dimulai pada bulan Oktober. Euro masih berhasil menguat berkat kelemahan mendasar dolar. Dolar berada di bawah tekanan dari banyak faktor mulai dari lambannya inflasi, risiko Trump dan kekhawatiran geopolitik,” kata Junichi Ishikawa, ahli strategi FX senior di IG Securities di Tokyo.

Post Terkait