Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Ini Penyebabnya

Nilai tukar rupiah sempat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan tersebut terjadi karena dampak perkembangan di AS.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, nilai tukar rupiah tercatat Rp 13.620/US$ year to date, terdepresiasi 0,46%.

“Kita melihat bahwa sebelumnya awal tahun, Januari ada penguatan kemudian terjadi pelemahan dan itu terjadi lebih karena perkembangan di Amerika berdampak ke seluruh mata uang di dunia termasuk negara berkembang termasuk di Indonesia,” kata Agus dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Dia menjelaskan, perbaikan ekonomi Amerika ditandai dengan kemajuan investasi, konsumsi dan lapangan kerjanya telah membawa tren ekonomi Amerika yang membaik.

Menurut Agus hal ini berdampak kepada Indonesia diikuti sejauh ini diperkirakan bunga akan dinaikkan Maret, Juni dan Desember.

“Menjelang Maret atau Juni akan terjadi volatilitas dan terjadi kepada BI kami jelaskan BI akan ada di pasar yakini nilai tukar yakini, tidak sejalan dengan fundamental kita,” imbuh dia.

Deputi Gubernur BI Mirza Adityaswara menambahkan pelemahan rupiah terjadi setelah data tenaga kerja Amerika Serikat.

“Ini juga menyebabkan mata uang di seluruh dunia melemah terhadap dolar AS,” ujar Mirza.

Dia menjelaskan per 9 Februari 2017 secara month to date nilai tukar rupiah melemah 1,76%. Selain Indonesia, negara lain juga mengalami depresiasi seperti Rusia melemah 3,68%, Turki 1,8%, Brazil 3,4%, Singapura 3,5%.

Post Terkait