Rupiah Kembali Menguat Rp13.327/USD Setelah Dolar AS Terdepak

Nilai tukar Rupiah masih berhasil menguat pagi ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Indeks dolar turun setelah para investor berspekulasi bahwa pembuat kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) bersiap untuk mengurangi program stimulus moneter.

Melansir Bloomberg Dollar Index lewat spot exchange rate di pasar Asia menguat 11 poin atau 0,08% menjadi Rp13.327 per USD. Adapun kisaran perdagangan Rupiah, berada di kisaran Rp13.318-Rp13.329 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah menguat 12 poin atau 0,09% menjadi Rp13.325 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.313 per USD hingga Rp13.337 per USD.

Kurs dolar AS kembali melemah terhadap mata uang utama lainnya, setelah risalah pertemuan ECB pada Desember menunjukkan bahwa bank sentral dapat beralih dari upaya kebijakan moneter ultra-longgar pada tahun ini.

Peninjauan kembali kebijakan moneter tersebut bisa terjadi jika ekonomi zona euro terus berkembang dan jika inflasi terus meningkat menuju target bank sentral sekitar 2%, kata risalah tersebut. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,62% menjadi 90,410 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,2272 dari USD1,2182 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3797 dari USD1,3734 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7963 dari USD0,7912.

Post Terkait