Rudal Korut Melesat, IHSG Jatuh 34 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menukik 34 poin ke 5.829. Percobaan rudal balistik yang dilakukan Korea Utara (Korut) memberi sentimen negatif.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat tipis. Dolar AS berada di posisi Rp 13.339 dibandingkan posisi pada perdagangan sore pekan lalu Rp 13.342.

Pada perdagangan preopening, IHSG turun tipis 5,849 poin (0,10%) ke level 5.858,210. Sedangkan Indeks LQ45 melemah tipis 1,477 poin (0,15%) ke level 975,853.

Mengawali perdagangan awal pekan, Senin (4/9/2017), IHSG dibuka terpangkas 4,478 poin (0,08%) ke level 5.859,581. Indeks LQ45 dibuka terkoreksi 0,865 poin (0,09%) ke level 976,465.

Jelang siang, IHSG bergerak semakin menukik. IHSG turun 34,465 poin (0,59%) ke 5.829,594. Indeks LQ45 menurun ke 6.927 poin (0,71%) ke 970.403.

Saham-saham sektor infrastruktur paling banyak dijual investor asing. Total, ada 9 sektor saham yang mengalami pelemahan. Hanya sektor pertanian masih menguat sebesar 0,30%. Sebanyak 118 saham menguat, 192 saham turun, 101 saham stagnan.

Perdagangan siang ini, transaksi saham terpantau sepi dengan frekuensi 152.019 kali transaksi sebanyak 2,9 miliar lembar saham senilai Rp 2,2 triliun. Posisi tertinggi IHSG terjadi di 5.861,600 dan terendah di 5.824,959.

Bursa-bursa Asia kompak melemah siang ini karena kekhawatiran investor atas langkah uji coba bom hidrogen yang dilakukan Korea Utara.

Berikut situasi di bursa regional siang hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 anjlok 201,34 poin (1,02%) ke level 19.490,13.
  • Indeks Hang Seng melemah 143,76 poin (0,51%) ke level 27.809,40.
  • Indeks Komposit Shanghai naik 7,96 poin (0,24%) ke level 3.375,08.
  • Indeks Straits Times berkurang 21,45 poin (0,65%) ke level 3.256,81.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainers di antaranya adalah Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 525 ke Rp 51.075, Dian Swastika (DSSA) naik Rp 300 ke Rp 12.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 225 ke Rp 14.975 dan Sanurhasta Mitra (MINA) naik Rp 160 ke Rp 1.900.

Saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya adalah Gudang Garam (GGRM) turun Rp 925 ke Rp 68.275, Indocement Tunggal (INTP) turun Rp 875 ke Rp 18.925, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 11.925 dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 425 ke Rp 10.050.

Post Terkait