Rp 1.000 Jadi Rp 1, Baca Laporan Keuangan Tak Pusing Lagi

Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) tengah mematangkan rencana redenominasi mata uang rupiah. Nantinya nilai mata uang Garuda akan disederhanakan dengan mengurangi tiga nol, contoh dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.

Hal itu disambut baik oleh masyarakat pasar modal. Dengan adanya redonominasi mata uang Rupiah maka diyakini akan mempermudah pelaku pasar dalam membaca laporan keuangan emiten.

“Sebenarnya tujuannya mungkin pertama penyederhanaannya. Kalau dari jum lah nol yang dikurangi makka tentu akan mempermudah penghitungan buku akutansi,” kata Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta saat dihubungi detikFinance, Kamis (20/7/2017).

Menurut Nafan hal itu cukup berpengaruh. Sebab laporan keuangan perusahaan tercatat menjadi dasar bagi para pelaku pasar untuk membeli saham sebuah emiten. Namun dengan jumlah pendapatan dan laba yang bisa menjadi puluhan bahkan ratusan triliun rupiah terkadang membuat pelaku pasar kebingunan, terlebih bagi investor baru.

“Kalau perhatikan jumlah nolnya banyak bikin pusing, kan banyak juga investor awam. Apa lagi bagi investor yang terbiasa dengan mata uang dolar, euro dan lain-lain yang jumlah nolnya lebih sedikit,” imbuhnya.

Dengan begitu, Nafan percaya redenominasi mata uang akan menjadi stimulus untuk mendorong transaksi di pasar modal. Sebab jika lebih mudah membaca laporan keuangan maka akan berpengaruh terhadap penambahan jumlah investor baru.

Sekadar informasi, pada Juni 2013 RUU Redenominasi telah masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) DPR. Namun setelahnya meredup lantaran adanya Pemilu 2014. Kini Gubernur BI Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali berupaya untuk mewujudkannya.

Post Terkait