Riset Saham First Asia Capital: Rupiah Anjlok Hantui Laju IHSG

Melanjutkan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak bervariasi di tengah tren bullish pasar saham global dan pelemahan harga sejumlah komoditas. IHSG diprediksi bergerak dengan support di 5.890 hingga resisten di 5.940 berpeluang menguat terbatas.

Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan, IHSG menghadapi tantangan yaitu pelemahan Rupiah terhadap dolar AS. Akan tetapi, kondisi perekonomian domestik yang bergerak stabil mampu menjaga pergerakan IHSG.

“Selain itu optimisme pasar atas pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat tahun ini akan memicu aksi beli lanjutan,” ujarnya dalam riset tertulis, Selasa (3/10/2017).

Sementara itu, IHSG pada perdagangan awal Oktober kemarin bergerak di teritori positif melanjutkan tren penguatannya namun dibayangi aksi ambil untung pemodal. IHSG sempat menguat 20 poin di penutupan sesi pertama, namun di akhir sesi penguatan IHSG berkurang tutup di 5914,030 menguat 13,176 poin (0,22%).

Aksi ambil untung terutama melanda perdagangan saham emiten batubara. Sedangkan aksi beli melanda saham sektor konsumsi, properti, infrastruktur dan sebagian perbankan. “Pemodal merespon positif rilis inflasi September 2017 yang mencatatkan inflasi bulanan 0,13% dan tahunan (yoy) 3,72%, ” imbuh dia.

Post Terkait