Riset Saham First Asia Capital: IHSG Masih Berpeluang Cetak Rekor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari terakhir di tahun 2017 berpeluang ditutup di level tertinggi baru. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 6.290 hingga 6.330.

Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan penguatan sejumlah komoditas energi dan logam akan berimbas positif pada perdagangan saham tambang.

” Dukungan juga datang dari tren bullish pasar saham global dan kawasan dan harga komoditas,” ujarnya dalam riset tertulis, Jumat (29/12/2017).

Sementara itu, penguatan IHSG kemarin berlanjut meski diwarnai aksi ambil untung di sejumlah saham unggulan. IHSG akhirnya berhasil menembus level 6.300 tutup di level tertinggi baru di 6314,046 atau menguat 36,881 poin (0,59%).

Nilai transaksi di Pasar Reguler meningkat mencapai Rp6,75 triliun di atas rata-rata harian sepanjang November lalu sebesar Rp5,4 triliun.

“Penguatan IHSG kemarin terutama ditopang aksi beli atas saham telekomunikasi, perbankan dan industri semen,” kata David.

Sepanjang tahun ini IHSG telah menguat 19,21% (ytd). Penguatan IHSG sepanjang tahun ini terutama dikontribusikan dari sektor perbankan dan industri dasar. Ini tercermin dari kenaikan indeks sektor keuangan yang mencapai 40,19% dan indeks industri dasar yang mencapai 26,86%.

Adapun saham-saham yang menjadi rekomendasi First Asia Capital antara lain, TLKM, BBRI, BDMN, PTPP, WSKT, ADHI, SMG, KRAS, TPIA, CPIN.

Post Terkait