Riset Saham First Asia Capital: Harga Komoditas Menguat Jadi Angin Segar untuk IHSG

Pada perdagangan pertengahan pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan rebound dalam rentang konsolidasi. IHSG diperkirakan bergerak di support 5.745 dan resisten kembali menguji 5.810 hingga 5.830.

Analis First Asia Capital David Sutyanto mengatakan rebound lanjutan ini terutama dipicu sentimen rebound harga komoditas energi seperti minyak mentah, serta adanya penguatan lanjutan harga batubara.

” Saham-saham berbasiskan komoditas energi seperti batubara berpeluang bergerak di positif area,” ujarnya dalam riset tertulis, Rabu (12/7/2017).

Penguatan lanjutan rupiah terhadap dolar AS, menurut David juga menjadi katalis positif yang turut menopang sentimen pasar.

Sementara itu, perdagangan saham kemarin berlangsung kurang bergairah. IHSG bergerak bervariasi dalam rentang terbatas, hanya naik turun 18 poin, ditutup tipis di teritori positif atau menguat 1,82 poin (0,03%) di 5.773,326. Saham-saham perbankan cenderung tertekan. Sebaliknya saham telekomunikasi, konsumsi, tambang dan perkebunan cenderung menguat terbatas.

Nilai transaksi di Pasar Reguler hanya mencapai Rp4 triliun. Penjualan bersih asing tercatat sebesar Rp618,72 miliar.

” Sentimen pasar dipicu penguatan rupiah terhadap dolar AS di Rp13.387 dan rebound sejumlah harga komoditas energi dan perkebunan. Pasar masih dikhawatirkan dengan resiko arus dana keluar,” terang dia.

Adapun saham – saham yang menjadi rekomendasi First Asia Capital antara lain, TLKM, BBNI, BDMN, JSMR, LSIP,ITMG, ADRO, CTRA, MEDC, UNTR.

Post Terkait