Rilis Data Pekerjaan AS Bikin Harga Emas Mendatar

Harga emas mendatar pada perdagangan hari ini karena pasar mengantisipasi keluarnya data pekerjaan di Amerika Serikat pada akhir pekan yang akan menjadi panduan kebijakan moneter di tahun ini.

Melansir laman Reuters, Jumat (2/2/2018), harga emas di pasar spot turun 0,01 persen menjadi US$ 1.344,56 per ounce. Harga sempat menyentuh US$ 1.332,30 per ounce di sesi sebelumnya, terendah sejak 23 Januari.

Adapun emas berjangka AS untuk pengiriman April naik US$ 4,80, atau 0,4 persen menjadi US$ 1.347,90 per ounce.

The Fed memutuskan mempertahankan suku bunganya pada hari Rabu namun menaikkan outlookinflasi dan menandai kemungkinan kenaikan secara bertahap.

Satu hal yang bisa mendorong Bank Sentral kembali menaikkan suku bunganya tiga kali pada tahun ini adalah upah.

“Data pekerjaan pasti terus melaju lebih tinggi dengan tingkat pengangguran yang menurun, tapi upah sudah tak berubah,” kata Chris Gaffney, Presiden World Market Jacksonville, yang berbasis di Florida.

Gaffney menambahkan, data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan, tingkat pengangguran yang lebih rendah dan upah yang lebih tinggi akan memberi sinyal kekuatan dalam ekonomi, dan bisa menguatkan dolar kemudian menekan emas.

Harga emas menguat 3,2 persen pada Januari dipicu penurunan dolar ke posisi terendah dalam tiga tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya.

Indeks dolar beringsut lebih rendah setelah Fed memberi isyarat keyakinan tentang inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS. Penguatan pandangan itu akan menaikkan suku bunga beberapa kali tahun ini.

Kekhawatiran inflasi umumnya meningkatkan emas, yang dilihat sebagai safe haven. Tapi harapan the Fedakan menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi membuat emas kurang menarik.

Adapun harga perak tergelincir 0,6 persen menjadi US$ 17,20 per ounce dan Platinum turun 0,5 persen menjadi US$ 999,50 per ounce.

Palladium 0,3 persen lebih tinggi ke posisi US$ 1.030,97 per ounce setelah menyentuh US$ 1.013,72 di awal sesi, terendah sejak 18 Desember.

Harga Emas Makin Berkilau Usai Pertemuan The Fed

Harga emas menguat ke level tertinggi yang dipengaruhi gerak dolar Amerika Serikat (AS) dan pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserve.

Harga emas untuk pengiriman April naik US$ 2,9 per ounce ke posisi US$ 1.343,30. Sementara itu, harga perak untuk pengiriman Maret menguat ke posisi US$ 17.26 per ounce. Demikian mengutip laman Kitco, Kamis (1/2/2018).

Hasil pertemuan bank sentral AS atau the Federal Reserve mempertahankan suku bunga. Hal ini sesuai harapan. Dalam pernyataan the Federal Reserve menyebutkan kalau, ekonomi AS makin kuat sehingga inflasi ada kemungkinan naik.

Pasar cenderung netral terhadap pernyataan the Feeral Reserve tersebut. Adapun pertemuan the Federal Reserve dalam dua hari ini merupakan pertemuan terakhir the fedderal Reserve yang dipimpin oleh Janet Yellen.

Selain itu, faktor yang pengaruhi harga emas yaitu harga minyak berada di kisaran US$ 64,50 per barel. Rilis data ekonomi lainnya pengaruhi pasar yaitu rilis data ekonomi AS National Employment yang sebut data tenaga kerja bertambah 234 ribu pada Januari 2018. Angka ini melebihi perkiraan analis sekitar 190 ribu. Harga emas sempat tergelincir merespons laporan tersebut, tetapi kemudian kemabli naik.

Pada pekan ini, pelaku pasar menanti data tenaga kerja bulanan Amerika Serikat yang disampaikan Departemen Tenaga Kerja. Diperkirakan data tenaga kerja bertambah 177 ribu.

Selain itu, secara teknikal, harga emas ditutup dekati level terendah. Akan tetapi harga emas dapat kembali naik lebih tinggi dalam jangka pendek. Harga emas diperkirakan naik dalam jangka pendek jika mampu tutup di atas level resistance US$ 1.370. Harga emas berada di level terendah US$ 1.320 dan resistance di kisaran US$ 1.339 dan US$ 1.350.

Post Terkait