Rights Issue, Bank Mayapada Lepas 546,5 Juta Lembar Saham

Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) berencana mencari modal dengan menggelar hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) atau rights issue.

Rencananya MAYA akan mengeluarkan saham baru sebanyak 546,5 juta saham atau setara 10% dari modal disetor setelah terlaksananya PUB X, dengan nilai nominal Rp100 per lembar. Rights issue akan dilaksanakan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jangka waktu antara persetujuan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) sampai efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.

MAYA akan menggunakan dana hasil rights isssue untuk memperkuat struktur permodalan agar dapat menambah kemampuan perusahaan meningkatkan kegiatan usaha. Rencananya, dana ini akan digunakan untuk penyaluran kredit. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil nilai investasi bagi seluruh pemegang saham perseroan.

Perseroan mengklaim pertumbuhan kinerja perseroan pada kuartal I/2017 masih sesuai dengan target kinerja pada tahun ini. Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional Tbk, Haryono Tjahjarijadi pernah mengatakan, dengan melihat pencapaian kredit pada kuartal pertama sebesar 4%, perseroan optimistis bisa mencapai target yang sudah dicanangkan. “Kinerja kami sejauh ini masih on the track,” ujarnya.

Bank dengan kode emiten MAYA itu pun menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun ini bisa sebesar 17%, sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 19,6%. Sampai kuartal pertama kemarin, Bank Mayapada mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 4,09% menjadi Rp49,12 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu, sedangkan DPK mengalami kenaikan sebesar 11,82% menjadi Rp57,74 triliun.

Laba bersih perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini pun naik sebesar 10,28% menjadi Rp310,33 miliar dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Sampai kuartal pertama kemarin, Bank Mayapada mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 4,09% menjadi Rp49,12 triliun dibandingkan dengan akhir tahun lalu, sedangkan DPK mengalami kenaikan sebesar 11,82% menjadi Rp57,74 triliun. Laba bersih perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini pun naik sebesar 10,28% menjadi Rp310,33 miliar dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Post Terkait