RI Akan Dapat Dana Hibah Terbesar Jepang, Berapa Nilainya?

Pemerintah Jepang akan memberikan dana hibah untuk pengembangan kelautan dan perikanan di enam pulau terluar di Indonesia. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan, program pengembangan tersebut telah dimasukkan dalam green book Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan ditargetkan bakal terealisasi di 2018.

Meski tak menyebut secara rinci, namun kata dia, dana bantuan atau hibah tersebut merupakan dana hibah terbesar dalam sejarah Jepang. Jumlah 1 miliar yen untuk 1 titik lokasi pembangunan.

“Satu miliar yen per titik. Ini hibah terbesar Jepang dalam sejarah. Ini baru pertama kali Jepang begitu antusias,” kata Susi kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/10/2017).

Realisasi dana hibah ini menunggu restu dari Bappenas selaku badan yang bertanggung jawab dalam pembangunan nasional.

“Kita lagi tunggu persetujuan Bappenas sampai saat ini, tapi belum keluar,” ungkapnya.

Seperti diketahui, rencananya Jepang akan membantu pengembangan enam pulau terlua dalam bidang kelautan dan perikanan. Keenam pulau itu adalah Sabang, Natuna, Morotai, Saumlaki, Moa, serta Biak.

Pemerintah Jepang akan membantu pembangunan pelabuhan perikanan, pasar, coastal radar, serta sistem satelit terbuka di enam pulau terluar Indonesia.

Post Terkait