Revisi Aturan Taksi Online, Saham TAXI dan BIRD Makin Terjerumus

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah membuat sembilan rancangan untuk merevisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek (PM 26) atau dikenal dengan Permenhub taksi online.

Revisi ini adalah tindak lanjut dari Judical Riview (JR) PM 26 oleh Mahkamah Agung (MA), dimana ada 14 poin yang digugurkan oleh MA.

Revisi aturan taksi online, tampaknya memberikan sentimen negatif bagi saham – saham perusahaan taksi konvensional yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Terbukti, pada perdagangan pagi ini saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan PT Express Transindo Tbk (TAXI) yang merupakan emiten taksi konvensional tercatat di pasar modal, semakin terjungkal.

Pada pembukaan perdagangan, saham BIRD di buka di level Rp4.680 turun Rp20 dibandingkan harga saham pada penutupan perdagangan kemarin yaitu Rp4.700. Selang beberapa menit kemudian, saham BIRD bergerak makin dalam, hingga menyentuh level Rp4.390 atau turun 310 poin (6,60%), yang juga merupakan harga terendah.

Kondisi saham TAXI lebih terpuruk. Sempat dibuka naik tipis Rp1 di level Rp70 dari penutupan sebelumnya di level Rp69, saha TAXI bergerak turun. Selang beberpaa menit dari pembukaan perdagangan, saham TAXI menyentuh level Rp67 atau turun 2 poin (2,90%). Namun, saham TAXI sempat diperdagangkan di level Rp73.

Post Terkait