Pinjam Uang di Bank atau Fintech, Murah Mana?

Perkembangan teknologi membuat para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) semakin dimanjakan dalam hal permodalan di masa mendatang. Pasalnya para pelaku UMKM yang selama ini tidak terjangkau oleh bank akan mendapatkan opsi pinjaman melalui layanan keuangan berbasis teknologi atau yang biasa disebut Financial Technology (Fintech).

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hendrikus Passagi mengatakan dalam masalah pinjaman, terdapat dua perbedaan dari sisi bunga yang ditawarkan antara Perbankan dan Fintech. Jika dalam perbankan, bunga kredit yang ditawarkan sudah diatur dan tidak bisa melebihi maupun dibawa dari aturan.

 Sedangkan bunga yang ditawarkan oleh Fintech lebih fleksibel. Maksudnya adalah sang peminjam bisa menentukan sendiri bunga kredit yang akan dibayarkan nantinya.

Bunga yang ditawarkan fintech kepada pelaku usaha juga bervariatif, rata-rata berada di atas 10% per tahun. Dibandingkan dengan bank, suku bunga kredit yang ditawarkan pun bisa bersaing.

“Kalau bunga bank meminjam bank tentukan kalau mau pinjam karena yang tentukan bunganya. Kalau Fintech kamu yang tentukan. Kalau anda mau pinjam uang Fintech anda yang tentukan bunga tapi kalau minjam ke bank saya tentukan bunga,” ujarnya saat ditemui di @america Pasific Place, Jakarta, Jumat, (15/9/2017).

Tak hanya itu, dalam penyaluran kredit, perbankan juga cenderung lebih berhati-hati. Pasalnya pihak perbankan perlu menghimpun dana masyarakat yang sewaktu-waktu bisa diambil.

“Kalau di bank, nabung di bank kemudian para manajer bank menentukan ke mana uang dipinjamkan,” jelasnya.

Sementara fintech, para pemodal melalui model peer to peer lending melalui platform memiliki keleluasaan untuk menyalurkan pinjamannya berdasarkan reputasi pemohon. Tentunya setelah dilakukan hasil survey oleh pihak pemodal.

“Di dalam fintech lending tidak begitu. Ini hanya platform menampilkan orang mau pinjam Rp 50 juta naikan website kalian-kalian ini tentukan mau meminjamkan tidak ke dia. Begitu anda layak kasih pinjaman keputusan anda yang buat risiko anda tanggung sendiri,” Kata Hendrikus

Post Terkait