Petani Gula Tak Kena Pajak, Pedagang Ikut Sorak Sorai

Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menyepakati bahwa petani tebu beromzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun tidak terutang PPN. Artinya, komoditas gula yang dijual kepada pedagang tidak dibebani PPN yang sebelumnya diputuskan 10%.

“Bahwa hari ini sudah tidak perlu lagi diragukan, bahwa dalam transaksi penjualan gula tani yang dilakukan oleh petani kepada pedagang, maka ini sudah tidak terutang PPN,” kata Ketua DPP APTRI di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Dia menyebutkan, keputusan tersebut secara formal akan segera diinformasikan minggu depan terhitung sejak aturan tersebut disepakati dalam rapat hari ini. “Insya Allah minggu depan pak ya, kan bisa diterbitkan secara formal yang nanti akan melandasi,” lanjutnya.

Oleh karenanya, dia mengimbau para pedagang yang biasa membeli gula agar tak khawatir bahwa harga jual gula dari petani akan tetap normal dan pedagang tidak terbebani pajak yang ditanggung petani yang mengakibatkan pedagang harus membayar lebih.

Kondisi tersebut dapat membuat gula yang dihasilkan oleh petani tebu menjadi tidak laku akibat adanya kekhawatiran dari pedagang yang mesti menanggung PPN tersebut. Syukurnya aturan tersebut dibatalkan.

“Sehingga tidak ada ketakutan lagi bagi pedagang maupun sampai di ujung mana pun yang membeli gula tani karena nantinya di minggu yang akan datang ini sudah akan secara formal ditetapkan bahwa gula tani bukan barang yang termasuk terutang pajak, sehingga penyerahannya tidak terutang PPN,” tukasnya.

Post Terkait