Peruri: Logo BI Jangan Dipersepsikan yang Lain-lain

Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) meminta kepada masyarakat untuk tidak memberikan persepsi yang aneh terhadap logo Bank Indonesia pada uang NKRI.

Direktur Utama Perum Peruri Prasetio mengatakan, logo Bank Indonesia pada uang NKRI semata-mata menganut sistem keamanan atau yang disebut rectoverso.

“Itu semata-mata security saja jangan dipersepsikan yang lain,” kata Prasetio saat acara Media Visit ke Pabrik Pencetakan Uang Peruri di Karawang Timur, Rabu (18/1/2017).

Usai diluncurkan akhir 2016, uang NKRI menjadi viral lantaran desainnya mirip uang China, yuan, dan dituding lambang Bank Indonesia pada uang tersebut mirip palu arit.

Rectoverso atau gambar saling isi penggunaannya bertujuan sebagai unsur pengaman uang kertas Rupiah untuk melindungi dari tindak pemalsuan.

Unsur pengamanan rectoverso adalah teknik yang juga diterapkan pada uang kertas dari negara lain. Masyarakat sendiri dapat cukup mudah mengenalinya dengan cara diterawang.

Menurut Prasetio, penerapan sistem keamanan rectoverso pada uang NKRI tentunya mendapat persetujuan dari Bank Indonesia.

“kita pokoknya menjunjung tinggi security, tentunya adanya miliknya harus dikonsusltasikan dan disetujui BI. aprovelnya di BI,” jelasnya.

Kendati demikian, lanjut dia, sistem rectoverso pada uang NKRI tidak memiliki tujuan apapun, selain dari tingkat keamanan.

“Rectoverso saya kan sampaikan sebagai pencetak uang yang menyandang obvitnas itu rectoverso semata-semata untuk kepeningan security,” kata dia.

Post Terkait