Persiapan Final Sebelum Pensiun

Solid Gold Minggu ini saya diundang untuk memberikan materi tentang Pensiun dan Persiapan Pensiun di salah satu lembaga yang ngurusin keuangan dan investasi.
Excited? Yes, banget sekaligus campur penasaran. Pengen tahu apakah orang-orang yang selama ini mengurus keuangan dan investasi pada akhirnya bisa atau mampukah mencukupi pensiun mereka sendiri? Itu pertanyaan yang berkecamuk di dalam benak saya.

Karena talkshownya belum kejadian, maka ada baiknya kita bahas dulu persiapan final apa yang harus dilakukan sebelum anda pensiun. Buat anda yang masih muda atau merasa pensiun masih lama, well catat pernyataan saya, 10-15 tahun itu bukan waktu yang lama. Anda akan tersita dengan kesibukan, karir, pekerjaan, rumah tangga, anak, politik kantor, dan lain sebagainya, sehingga tanpa anda sadari tiba-tiba anda hanya punya waktu tersisa 5-10 tahun lagi sebelum pensiun. So? Jadi apa saja persiapan final yang harus anda lakukan?

Pastikan Anda Siap Untuk Pensiun
Saya yakin baru sampai di sini saja sudah banyak orang yang melempar handuk putih alias nyerah. Yes, fakta menyatakan bahwa sebagian besar orang di Indonesia tidak siap untuk pensiun baik secara finansial maupun secara mental. Dengan harapan hidup di Indonesia di atas usia 67 tahun saat ini, coba hitung ulang dan pastikan uang anda cukup untuk hidup selama 12 tahun (67 tahun dikurangi 55 tahun usia pensiun). Mungkin anda bertanya, kok cuma sampai usia 67 tahun, bukannya banyak dari orang tua anda yang sekarang panjang umur melewati usia 70 tahun bahkan 75-80 tahun?

Well, kabar baiknya adalah usia harapan hidup orang Indonesia juga semakin hari semakin bertambah panjang. Akan tetapi kabar buruknya adalah, semakin panjang anda hidup pasca pensiun, maka semakin banyak juga uang dan biaya pensiun yang anda butuhkan. Pertanyaanya sudah pernahkah anda hitung? Kalau sudah pernah cukupkah uang anda? Kalau belum apa strategi anda untuk mencukupinya? Kita belum memperhitungkan biaya-biaya tambahan yang akan terjadi ketika anda mengisi waktu pensiun tersebut. Ingat, apapun yang anda lakukan pasti butuh biaya, sementara ketika pensiun anda sudah tidak lagi punya penghasilan. Renungkanlah.

Diskusikan Dengan Pasangan
Apabila anda kepala keluarga, anda harus ingat bahwa pensiun bukan saja berdampak kepada anda tapi juga ke pasangan dan keluarga (bila masih punya anak kecil). Apakah pernah didiskusikan keinginan pasangan anda ketika anda pensiun nanti? Apakah ada hal-hal yang tertunda yang tidak bisa anda lakukan ketika anda masih bekerja, tapi ingin dilakukan bersama ketika anda sudah pensiun? Pastikan ekspektasi anda berdua sama, sebelum anda keburu pensiun dan semuanya jadi terlambat.

Bagaimana Pembiayaan Kehidupan Anda Setelah Pensiun Nanti?
Apakah anda sudah punya dana pensiun yang siap dipakai dan dipergunakan? Bagaimana mengatur uang dan dana pensiun anda nanti? Apakah dana pensiun tersebut ada di DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Apakah uangnya bisa ditarik semua atau hanya sebagaian saja? Apakah anda sudah mengatur agar setiap bulan anda menerima uang bulanan seakan-akan anda masih gajian? Berapa besar uang bulanan yang nantinya harus ditransfer ke rekening anda sebagai biaya hidup bulanan anda setelah pensiun.

Dapat dibayangkan banyaknya pertanyaan yang persiapan yang harus anda lakukan nanti? Itu juga bila anda mempunyai cukup aset dan dana pensiun. Bisa dibayangkan bila ternyata uang anda tidak siap dan tidak cukup.

Itu sebabnya Pensiun bukanlah suatu tujuan yang bisa direncanakan dengan main-main, tapi anda harus mengerti, paham dan merencanakannya dengan baik dan berhati-hati sejak sekarang. Belajarlah mengatur keuangan dan investasi dengan baik dan benar serta lakukan dari sekarang. Anda sudah ketinggalan dan kehabisan waktu bertahun-tahun kemarin hanya karena menunggu.

Untuk bisa mengatur keuangan anda bisa menggunakan jasa konsultan keuangan, atau bila dirasa berat anda bisa belajar, anda bisa mengikuti workshop dan kelas yang diadakan antara lain bisa dibuka di link berikut ini, untuk Jakarta buka di sini, untuk Bali bisa buka di sini dan di sini, untuk Yogya, Solo, dan Semarang (JogLoSemar / Jawa Tengah) bisa liat info di sini dan di sini.

Kembali kepada calon pensiunan tadi, seperti apa kondisi keuangan mereka? Apakah mereka bisa benar-benar pensiun dan cukup dengan uangnya? Akan saya bahas di beberapa tulisan berikutnya setelah saya selesai memberikan materi ke mereka.

Post Terkait