Peringatan Keras! Pengedar dan Pencetak Uang Palsu Bakal Dipenjara Selama 20 Tahun

Bank Indonesia (BI) melakukan kerjasama dengan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung untuk menindaklanjuti peredaran rupiah palsu. Adapun uang palsu didapatkan dari setoran perbankan ke BI.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Agung Setya mengatakan sekarang pendeteksian uang palsu sudah memiliki sistem yang canggih. Sehingga sudah lebih mudah mendeteksi uang palsu.

“Bank Indonesia mengulangi lagi pendektisian, jadi kalau ada uang palsu kelempar sendiri uang palsu tadi. Sangat canggih jadi enggak perlu dikeluarkan satu-satu dari bundelannya,” ungkapnya di Gedung BI, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Selain itu, Agung Setya juga menjelaskan pengedaran uang palsu dilakukan oleh sindikat peredaran dan pembuat uang palsu, sehingga yang dihukum bukan hanya pengedar uang palsunya tetapi juga pembuatnya.

“Terkait sindikat, motif kejahatan sebenarnya pilihan dua. Pilihan salah karena buat uang palsu dan bisa dihukum 20 tahun,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahkan pihaknya setelah berkoordinasi dengan BI yang menyerahkan data dan memberikan ke Kejaksaan Agung telah banyak memberikan hukuman bagi sindikat uang palsu. Bahkan kasus terakhir yang terjadi di hukum pidana kurungan selama 14 tahun.

“Kasus terakhir diputus 14 tahun. Jaringan atau sindikat yang mereka lakukan untuk buat uang palsu kita temukan,” tukasnya.

Post Terkait