Perhatikan 7 Hal Ini agar Pinjaman Lebih Bermanfaat

Memanfaatkan dana pinjaman menjadi pilihan terbaik saat kita membutuhkan uang. Ada banyak sumber dana pinjaman yang dapat dimanfaatkan. Sebut saja, bank, koperasi, dan kartu kredit. Akan tetapi, pinjaman yang diajukan akan jadi bumerang saat tidak mampu mengembalikannya tepat waktu.

Agar manfaat dana pinjaman semakin optimal, inilah tujuh hal yang perlu Anda perhatikan seperti dikutip dari Cermati.com:

1. Mengetahui Tujuan Utama Meminjam Uang

Sebelum mengajukan pinjaman, tanyakan pada diri Anda untuk apa uang tersebut akan digunakan. Apakah untuk membeli perabotan rumah tangga atau malah untuk menutupi utang lain yang telah jatuh tempo.

Dengan mengetahui tujuan pinjaman, Anda dapat mengetahui berapa jumlah yang dibutuhkan. Dengan begitu, uang yang dipinjam sesuai dengan kebutuhan. Jadi, semua dana yang diterima dapat difungsikan dengan baik.

2. Mengalokasikan Dana Sesuai Kebutuhan

Jika tujuan utama peminjaman untuk membeli perabotan, buatlah catatan tentang perabotan yang akan dibeli. Alokasikan dana untuk setiap perabotan sesuai dengan kisaran minimal. Misalnya, satu set kursi seharga Rp3 juta, satu set meja makan Rp 12 juta, dan seterusnya.

Gunakan dana yang diperoleh dengan sebaik-baiknya. Optimalkan penggunaan dana dan hindari penggunaannya untuk sektor lain yang tidak termasuk dalam tujuan utama, misalnya foya-foya.

3. Menghitung Total Cicilan

Setiap bank memiliki tingkat suku bunga yang berbeda-beda sesuai dengan jumlah pinjaman dan lamanya waktu pembayaran. Ketika sudah mengetahui tingkat suku bunganya, coba lakukan penghitungan untuk mengetahui jumlah cicilan yang harus dibayarkan setiap bulannya.

Dengan mengetahui jumlah cicilan, Anda semakin mampu untuk berhemat demi melunasi cicilan. Dengan begitu, Anda jauh dari yang namanya hidup konsumtif atau boros. Alhasil, cicilan lancar jaya dan dapat segera terbebas dari utang.

4. Memerhatikan Metode Pembayaran

Membayar cicilan biasanya dilakukan dengan uang tunai. Namun, beberapa lembaga keuangan hanya menerima bentuk pembayaran dalam bentuk autodebet melalui giro atau tabungan.

Kedua metode ini terbilang cukup efektif dan efisien dibandingkan membayar dengan uang tunai. Misalnya, saat Anda berada di luar kota, Anda dapat langsung membayar dengan sistem transfer ke rekening bank. Setelah itu, lakukan konfirmasi pembayaran. Alhasil, Anda dapat terhindar dari namanya kredit macet.

5. Mencatat Total Pengeluaran

Setelah membayar jumlah cicilan, coba lakukan penghitungan untuk semua jenis pengeluaran. Mulai dari pokok cicilan, uang bunga, denda keterlambatan pembayaran, hingga biaya administrasi saat mentransfer utang. Catatan pengeluaran sebaiknya dibukukan di dalam satu agenda khusus agar Anda dapat membandingkan pengeluaran bulan sebelumnya sekarang dan bulan berikutnya.

Setelah mencatat pengeluaran, coba bandingkan dengan jumlah penghasilan setiap bulan. Kurangkan penghasilan dengan pengeluaran untuk mengetahui sisa gaji. Dengan pemantauan sederhana ini, Anda dapat mengelola keuangan dengan baik.

Satu hal yang perlu diingat, usahakan jumlah penghasilan lebih tinggi daripada jumlah cicilan supaya cicilan utang lancar setiap bulannya. (Baca Juga: Penyakit yang Rentan Dialami Karyawan Kantoran dan Cara Mencegahnya)

6. Hindari Pembayaran Cicilan Minimum

Sistem pembayaran minimum hanya berlaku untuk cicilan dengan kartu kredit. Pembayaran minimum memang sangat membantu, apalagi saat penghasilan per bulan benar-benar kandas. Akan tetapi, membayar cicilan minimum sangat tidak dianjurkan dalam jangka panjang.

Hal ini hanya menjadi bumerang yang membuat utang tidak lunas karena jumlah cicilan yang dibayarkan setiap bulan semakin tinggi.

7. Kesanggupan Membayar

Siapa yang tahu kejadian apa yang akan terjadi di masa depan. Ada kalanya kita dihadapkan pada peristiwa tak terduga yang membuat pengeluaran di bulan itu membengkak. Kita tidak sanggup membayar jumlah cicilan sebagaimana mestinya.

Untuk menghindari hal ini, kita perlu mengkalkulasikan ulang untuk jumlah pendapatan dan jumlah pengeluaran per bulan. Jika pendapatan yang diterima tidak besar, alangkah baiknya jika jumlah pinjaman diminimalkan. Jangan pernah meminjam dana yang besar kalau Anda tidak sanggup untuk membayarnya. Sebab ini sama saja membawa Anda ke neraka.

Mengelola Pinjaman dengan Baik

Agar dana pinjaman dapat berfungsi dengan baik, kelola dana tersebut dengan baik. Alokasikan pada fungsi yang sudah ditetapkan dan kurangi gaya hidup konsumtif. Ingat, Anda punya kewajiban yang harus dibayar setiap bulan. Fokuslah untuk membayar kewajiban tersebut dan jadilah debitur yang bertanggung jawab.

Post Terkait