Penjualan Bersih Suparma Tembus Rp 1,7 Triliun

PT Suparma Tbk optimistis bisa mencapai target penjualan bersih tahun ini Rp 2,1 triliun.

Jumlah tersebut meningkat sepuluh persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Realisasi hingga Oktober 2017 telah mencapai Rp 1,7 triliun atau 80,9 persen dari target.

Direktur PT Suparma Tbk Hendro Luhur menyatakan, pertumbuhan penjualan ditopang kenaikan penjualan produk kertas 4,6 persen.

Pendorong lainnya adalah harga jual rata-rata produk kertas naik 3,8 persen.

Saat ini, komposisi penjualan perseroan masih didominasi jenis kertas duplex yang biasa digunakan untuk kemasan.

Porsinya mencapai 50 persen. Kemudian, kertas cokelat 30 persen dan tisu 20 persen.

Pemasaran terbesar Suparma masih berada di Pulau Jawa. Yakni, hampir 50 persen. Terutama di Jakarta dan Jawa Timur.

Perseroan pun masih berfokus menggarap pasar domestik. Porsinya adalah 80 persen dan sisanya ekspor.

’’Margin dalam negeri masih lebih menguntungkan daripada ekspor. Ke depan, kami meningkatkan produksi untuk kertas tisu karena potensi pasarnya cukup besar,’’ ujar Hendro di sela-sela paparan publik PT SuparmaTbk di Surabaya, Selasa (21/11).

Post Terkait