Pengusaha Truk Ingin Pembayaran Tol Pakai RFID

Penerapan transaksi non tunai di jalan tol bakal dimulai secara menyeluruh pada 31 Oktober mendatang. Saat ini, pembayaran dengan elektronik card atau e-money sudah mulai dilakukan secara bertahap.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), Gemilang Tarigan, menilai transaksi elektronik di gerbang tol memang lebih cepat dibanding pembayaran tunai bila transaksi berjalan lancar.

Kendati demikian, dirinya berharap agar pemerintah dan stakeholder terkait untuk bisa menyediakan sistem yang lebih modern dan lebih cepat dalam melakukan transaksi. Contohnya seperti sistem Radio Frequency Identification Document (RFID) atau sensor yang memanfaatkan gelombang radio.

Sistem tersebut telah digunakan di pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kalau sepanjang lancar semua, betul e-money lebih cepat. Makanya semua harus dipersiapkan dengan baik. Tapi kalau bisa lebih cepat pakai RFID seperti di Tanjung Priok,” kata Gemilang kepada detikFinance, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Menurutnya, dengan menggunakan sistem RFID maka antrean kendaraan di gerbang tol bisa jauh lebih lancar. Pasalnya, kata Gemilang, pengemudi tak perlu repot untuk melakukan transaksi, atau menempelkan kartu di mesin reader Gerbang Tol Otomatis (GTO). Dengan RFID, maka mesin akan dengan sendirinya melakukan transaksi dengan menggunakan sensor.

“Kalau bisa RFID, dia kan sekarang pasang yang pas. Kantongi juga lewat sudah bisa di baca. Seperti sensor. Kami menggunakan itu di Tanjung Priok, jadi cuma tinggal dikantongi sudah bisa. Kalau kami di Tanjung Priok sudah pakai itu, kalau mau masuk sopir yang sudah punya RFID, bisa langsung masuk kebaca,” terangnya.

Dirinya mengungkapkan dalam melakukan transaksi non tunai, pengemudi truk masih kerap menghadapi masalah teknis, sehingga transaksi menjadi lebih lama. Salah satunya seperti gerbang tol otomatis (GTO) yang tak bisa digunakan.

“Jadi jangan sampai menyulitkan di pintu. Jadi musti bisa semua, kalau enggak nanti ganjel di pintu, malah repot kalau truk enggak bisa mundur,” terangnya.

Lebih lanjut Gemilang mengatakan, selama ini para pengusaha truk telah mulai mempersiapkan diri dengan aturan transaksi non tunai. Sejumlah pengusaha telah memberikan e-toll kepada para pengemudi untuk bisa melakukan transaksi non tunai.

“Ada yang beberapa sudah disiapkan itu kan enggak masalah. Itu kan tinggal beli. Sekarang tinggal hanya penerapan di pintunya saja yang perlu diperhatikan,” tuturnya.

Post Terkait