Pendapatan Turun ke USD13,97 Juta, Logindo Samuderamakmur Kembali Cetak Rugi USD4,65 Juta

PT Logindo Samuderamakmur Tbk (LEAD) pada semester I ini mencatatkan penurunan pendapat menjadi USD13,97 juta, dibandingkan pendapatan yang sama pada 2016 sebesar USD17,60 juta.

Sementara rugi sebelum pajak turun jadi USD4,50 juta dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya yang USD15,19 juta. Rugi periode berjalan turun menjadi USD4,65 juta dari rugi periode berjalan tahun sebelumnya USD15,39 juta. Total aset hingga 30 Juni 2017 mencapai USD214,59 juta turun dari total aset hingga 31 Desember 2016 yang USD222,20 juta.

Melihat masih lesunya bisnis perkapalan offshore atau lepas pantai menjadi alasan bagi perseroan untuk tidak mematok target pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi pada 2017. Selain industri lesu, persaingan tarif sewa juga menjadi tantangan yang harus dihadapi. Pemicu persaingan tarif sewa ketat karena jumlah kapal yang beredar di pasaran sudah melebihi batas permintaan alias oversupply.

Carter rate akan berat, ini menurut analisis global sudah begitu, utilisasi bisa ditingkatkan, tapi persaingan masih besar,” kata Direktur Keuangan PT Logindo Samudramakmur Tbk Sundap Carulli.

Perseroan juga menyebutkan, beban pokok pendapatan turun menjadi USD12,87 juta dari USD15,83 juta dan laba bruto turun jadi USD1,10 juta dibandingkan laba bruto USD1,77 juta tahun sebelumnya.

Kemudian beban operasional lainnya turun drastis menjadi USD86,95 ribu dari USD11,15 juta membuat rugi usaha juga turun drastis menjadi USD1,24 juta dari rugi usaha tahun sebelumnya yang USD11,96 juta.

Penurunan pendapatan perseroan di paruh pertama tahun ini memperpanjang catatan rapor merah kinerja keuangan perseroan. Pasalnya pada 2016, LEAD mencatat rugi bersih USD20,96 juta. Padahal, periode 2015, LEAD masih mencatat laba bersih USD49.293. Tekanan kinerja keuangan emiten perkapalan ini sudah terlihat dari top line LEAD.

Pendapatannya turun sekira 32% year on year (yoy) menjadi USD32,51 juta. Kemudian beban pokoknya mengecil sekitar 9% yoy menjadi USD30,36 juta. Tapi, karena turunnya pendapatan, maka porsi beban pokok terhadap pendapatan LEAD membengkak jadi 94% dari sebelumnya hanya 70%.

Akibatnya, laba kotor LEAD 2016 anjlok 84% yoy menjadi USD13,58 juta. Tekanan bertambah setelah LEAD mencatat beban operasi lainnya sebesar USD10,48 juta. Angka itu lompat hampir 190 kali lipat dari sebelumnya hanya USD55.545. Alhasil, LEAD mulai mencatat rugi usaha sebesar USD13,79 juta. Tekanan ini terus berlanjut hingga memengaruhi laba bersih perseroan.

Post Terkait