Pemerintah RI Jual Surat Utang Rp 17,5 Triliun

Pemerintah Indonesia meraup Rp 17,5 triliun dari hasil penjualan surat utang negara (SUN) secara lelang. Penjualan surat utang ini untuk menutup defisit APBN.

Jumlah permintaan yang masuk mencapai Rp 52,411 triliun, tapi yang diserap pemerintah hanya Rp 17,5 triliun.

Surat utang atau obligasi negara yang diterbitkan berjumlah 6 seri, yaitu Surat Perbendaharaan Negara seri SPN03171221 dan SPN12180607, serta Surat Utang Negara (SUN) seri FR0061, FR0059, FR0075, dan FR0076.

Imbal hasil (yield) surat utang tersebut adalah 4,25% hingga 7,41%. Berikut rinciannya seperti dikutip dari keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Rabu (20/9/2016):

  • SPN03171221. Penawaran masuk Rp 11,3 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp 5 triliun. Rata-rata imbal hasil (yield) 4,53030%. Jatuh tempo 21 Desember 2017.
  • SPN12180607. Penawaran masuk Rp 12,485 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp 3 triliun. Rata-rata yield 5,04983%. Jatuh tempo 7 Juni 2018
  • SUN FR0061. Penawaran masuk Rp 7,753 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp 1,65 triliun. Rata-rata yield 5,99918%. Jatuh tempo 15 Mei 2022
  • SUN FR0059. Penawaran masuk Rp 10,4295 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp 2,65 triliun. Rata-rata yield 6,43997%. Jatuh tempo 15 Mei 2027
  • SUN FR0075. Penawaran masuk Rp 4,367 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp 2,4 triliun. Rata-rata yield 7,16994%. Jatuh tempo 15 Mei 2038
  • SUN FR0076. Penawaran masuk Rp 6,0765 triliun, nominal yang dimenangkan pemerintah Rp 2,8 triliun. Rata-rata yield 7,49708%. Jatuh tempo 15 Mei 2048

Post Terkait