Pemda dengan Dana Simpanan Terbanyak di Bank

Data DJPK Kemenkeu juga menyebut jumlah agregat dana simpanan pemerintah provinsi di perbankan pada akhir Februari 2018 mencapai Rp 55,1 triliun. Jumlah ini lebih tinggi Rp 4,1 triliun atau 8,1 persen dari posisi Januari ini sebesar Rp 50,95 triliun.

Jumlah agregat dana simpanan pemda kabupaten di perbankan di Februari 2018 mencapai Rp 79,1 triliun atau naik Rp 12,3 triliun atau 18,4 persen dari posisi bulan sebelumnya sebesar Rp 66,9 triliun.

Sementara jumlah agregat dana simpanan pemda kota di perbankan pada bulan yang sama sebesar Rp 26,4 triliun. Jumlah ini naik Rp 3,95 triliun atau 17,6 persen dari posisinya pada akhir Januari 2018 sebesar Rp 22,4 triliun.

Dana simpanan pemda di bank merupakan pendapatan APBD yang belum dapat digunakan untuk mendanai rencana belanja daerah. Hal ini karena sebagian kegiatan fisik atau proyek belum dilaksanakan, atau kegiatannya sudah dilaksanakan namun belum selesai, sehingga belum dapat dilunasi pembayarannya.

“Jadi tidak berarti semua simpanan dana pemda tersebut merupakan dana yang menganggur (danaidle),” ucap Boediarso.

Menurut dia, sepanjang jumlah dana simpanan tersebut masih sesuai dengan kebutuhan belanja operasi dan belanja modal untuk tiga bulan ke depan, maka hal tersebut masih tergolong wajar.

“Tapi jika jumlahnya sudah melampaui dari kebutuhan belanja operasional dan belanja modal tiga bulan ke depan, maka harus diwaspadai karena berpotensi terjadinya keterlambatan pelaksanaan kegiatan atau proyek fisik yang mungkin diperlukan untuk penyediaan infrastruktur pelayanan publik,” tandas Boediarso.

Post Terkait