Pelemahan Rupiah Harus Segera Disikapi Pemerintah

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Moh Nizar Zahro, meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) segera menyikapi trend pelemahan rupiah terhadap dolar AS (USD).

Ini disampaikan Nizar menyikapi posisi rupiah yang berada di angka Rp 13.499 per dolar AS di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Senin (2/10) kemarin.

Pada perdagangan akhir pekan lalu, rupiah masih berada di level Rp 13.492 per USD. Bahkan pada 11 September 2017, rupiah masih dihargai Rp 13.154 per USD.

“Melemahnya rupiah bisa berdampak buruk terhadap APBN. Konsekuensinya asumsi makro yang sudah disusun harus disesuaikan,” ujar Nizar saat dikonfirmasi, Selasa (3/10).

Salah satu kerugian yang paling jelas menurutnya adalah penambahan pembayaran utang. Karena ada selisih antara asumsi rupiah di APBN dengan nilai riil.

Dalam APBNP 2017 rupiah dipatok Rp 13.300 per dolar AS. Sementara nilai tukar rupiah saat ini melemah di angka Rp 13.499 per dolar AS.

“Diharapkan rupiah tidak terus melemah terhadap dolar AS. Jika trend melemah terus berlanjut, maka akan berdampak buruk terhadap perekonomian,” ucap politikus Gerindra ini.

Karena itu, Nizar meminta pemerintah bersama BI mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar nilai rupiah tetap terjaga dalam kisaran sesuai asumsi APBNP 2017.

Post Terkait