Pelemahan Dolar AS buat Rupiah Berjaya ke Rp13.285/USD

Kurs dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang utama lainnya, setelah keputusan bank sentral Eropa (ECB) memutuskan bahwa suku bunga zona euro akan tetap berada di 0%. Pelemahan dolar AS ini pun dimanfaatkan oleh Rupiah untuk ambil untung menguat.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 22 poin atau 0,17% ke Rp13.285 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.270-Rp13.297 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah menguat 25 atau 0,19% menjadi Rp13.280 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada di rentang Rp13.273 per USD hingga Rp13.305 per USD.

Sekadar informasi, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa para pembuat kebijakan akan memutuskan pengurangan stimulus pada musim gugur ini. Euro melonjak untuk kenaikan harian terbesarnya dalam hampir dua minggu.

Sementara itu, greenback mencapai level terendah terhadap dolar Kanada dalam lebih dari dua tahun setelah Bank Sentral Kanada (Bank of Canada/BoC) mengejutkan banyak orang dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,00%.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,68% menjadi 91,664 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1.2007 dari USD1,1923 dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3079 dariUSD 1,3049. Dolar Australia meningkat menjadi USD0,8036 dari USD0,8002.

Post Terkait