Pedagang Cipinang: Biasanya Datang 10 Truk Beras, Sekarang Cuma 5

Pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mengeluhkan pasokan yang mulai kurang. Mereka menduga seretnya pasokan terjadi karena kemarau dan musim panen berakhir.

“Sekarang musim panennya baru selesai, dan mungkin juga kemarau jadi petani sulit,” kata Ate saat dijumpai detikFinance di kiosnya, Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Pedagang lainnya bernama Herman mengatakan pasokan beras dari daerah juga turun. Adapun, daerah-daerah yang menurutnya mengalami penurunan yakni dari wilayah Jawa Barat, seperti Bandung dan Garut.

“(Penurunan) Dari Jawa Barat, Bandung, Garut. Biasanya datang 10 truk, 1 truk itu sekitar 10 ton. Sekarang paling cuma 4 sampai 5 truk datangnya,” kata Herman.

Herman tak tahu pasti mengapa pasokan berkurang. Namun menurutnya, faktor cuaca dan musim panen menjadi salah satu penyebab pasokan beras dari daerah berkurang.

“Mungkin karena panen, ini kan baru selesai musim panen. Jadi lagi kurang stoknya,” tukas Herman.

Ate menambahkan, adanya kebijakan harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah juga berdampak terhadap pasokan beras dari daerah. Pasalnya, harga beras medium dari daerah sedang saat ini sedang tinggi.

Alhasil, pedagang di Cipinang tak menjual beras medium.

“Kalau medium enggak (ambil) saya, soalnya harganya enggak dapat, itu karena ada HET. Beli di daerah juga mahal,” terangnya.

Sebagai informasi, berdasarkan HET, harga beras premium di Jakarta Rp 12.800/Kg dan medium Rp 9.450/kg. Pedagang tidak bisa menjual beras medium karena harga dari daerah sudah tinggi Rp 9.300-Rp 9.400/kg.

Post Terkait