Pasca-Public Expose, Investor Bakal Wait and See Saham Tiga Pilar Sejahtera

PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) telah memberikan penjelasan resmi kepada publik melalui public expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memberikan jawaban atas semua tuduhan yang dilayangkan kepada anak perusahaan, PT Indo Beras Unggul (IBU).

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee menjelaskan, aksi blak-blakan perseroan membuat investor memiliki sudut pandang baru terhadap kasus ini. Investor, mulai mempertanyakan tuduhan yang dilayangkan kepada produsen beras itu.

“Investor mungkin masih bingung, masih meraba dimana letak kesalahan korporasi,” ujarnya saat dihubungi Okezone.

Hans mengatakan, seluruh jawaban Indo Beras Unggul cukup masul akal. Misalnya, tuduhan indikasi kerugian negara lantaran TPS Food membeli beras subsidi.

“Tetapi setelah ditelusuri memang pupuk disubsidi, bibit disubsidi oleh pemerintah, kemudian AISA membeli di atas harga patokan pemerintah,” terang dia.

Sementara tudingan lain, seperti praktik oplos beras premium dengan subsidi, pemalsuan beras subsidi menjadi premium, penimbunan beras, praktek monopoli, serta pemalsuan kandungan gizi.

“Rasanya PT IBU tidak melakukan kecurangan yang membuat orang benar-benar khawatir. Artinya, tadinya kita pikir berasnya dioplos, atau ada kasus hukum menimbun beras, tapi kan enggak,” tambah dia.

Kendati demikian, investor masih menunggu keputusan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Selama proses penyelidikan berlagsung, sepanjang itu pula ketidakpastian menyertai langkah TPS Food.

“Tapi kita menunggu otoritas, apa yang salah, siapa yang bersalah, dan bagaimana kelanjutannya,” tutup dia

Post Terkait