Orang RI Sekarang Lebih Banyak Menabung Ketimbang Belanja

Perekonomian Indonesia saat ini memang masih dalam tahap pemulihan. Khusus daya beli dari konsumsi rumah tangga masih cenderung flat yang diindikasikan tingkat keyakinan konsumen pada Juni 2017 cenderung melemah.

Dia menyebutkan, pelemahan tingkat keyakinan konsumen dikarenakan persepsi terhadap terbatasnya ketersediaan lapangan kerja pada saat ini maupun dalam enam bulan mendatang mengalami penurunan.

“Porsi pendapatan yang digunakan untuk konsumsi juga menunjukkan tren menurun sejak Desember 2016 hingga Juni 2017, sementara itu porsi pendapatan yang digunakan untuk tabungan cenderung meningkat,” kata Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Peningkatan alokasi tabungan di masyarakat, tergambar dari adanya peningkatan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tercatat 11,18% jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang hanya sebesar 9,87%.

Sementara permintaan kredit, kata Josua, cenderung masih lemah di mana pertumbuhan kredit melambat menjadi 8,78% dari 9,52%.

Menurut Josua, masyarakat menunda melakukan konsumsi pada semester I karena ada faktor kenaikan inflasi sejak awal tahun yang diikuti oleh tahun ajaran baru sekolah. Dengan demikian, penjualan otomotif, penjualan ritel pun cenderung menurun.

Selain itu, kata dia, indikasi lain yang menjelaskan masih stagnan-nya konsumsi rumah tangga adalah volume penjualan sektor ritel dan (Fast-moving consumer good (FMCG). Karena masyarakat yang cenderung berhemat dan menunda konsumsi terutama pada semester I tahun ini.

“Menurut saya, ekonomi domestik Indonesia masih dalam tahap konsolidasi, tahap pemulihan, terindikasi dari konsumsi rumah tangga yang meskipun cenderung sedikit melambat,” tukas dia.

Post Terkait