Nuklir Korut Bikin Harga Emas Naik, Ini Kata Antam

Harga emas naik signifikan pada perdagangan hari ini setelah Korea Utara (Korut) melakukan uji coba bom nuklir.

Harga emas disebut menyentuh tingkat tertingginya dalam 10 bulan terakhir, dan terakhir naik 0,9% ke US$ 1.335,90 per ounce.

Di dalam negeri sendiri, Harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini naik Rp 7.000. Harga buyback juga naik. Harga emas batangan pecahan 1 gram di Butik Pulogadung, Jakarta, hari ini naik ke posisi Rp 618.000/gram, lebih tinggi dibandingkan posisi pekan lalu Rp 611.000/gram.

Sementara harga pembelian kembali alias buyback oleh emiten berkode ANTM itu naik Rp 7.000 menjadi di Rp 557.000 dibandingkan posisi pekan lalu di Rp 550.000.

Corporate Secretary Aneka Tambang, Aprilandi Hidayat Setia, mengomentari dampak uji coba bom nuklir Korea Utara terhadap kenaikan harga emas. Ia mengungkapkan, bisa saja emas menjadi instrumen investasi paling aman di tengah gejolak tersebut.

“Dengan adanya itu mengancam keamanan, orang berpikir kalau gitu sekarang simpan di emas. Bisa jadi, saya juga enggak tahu,” ujar Aprilandi saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Pihaknya pun menyambut baik kenaikan harga emas batangan. Namun, ia enggan mengomentari lebih lanjut apakah kenaikan harga emas batangan Antam disebabkan sentimen dari Korea Utara.

“Kita memperoleh efeknya harga emas naik, apa terkait Korut atau tidak enggak ada pendapat,” tutur Aprilandi.

Kenaikan harga emas juga disambut baik oleh Antam. Pasalnya, hal ini bisa meningkatkan pendapatan perseroan dan menambal kerugian di paruh pertama 2017 di akhir tahun nanti.

“Kalau dari sisi Antam, kenaikan emas efek positif bagi kita. Dengan kenaikan emas ya efek positifnya harga jual logam mulia lebih tinggi membawa efek positif Antam ke depannya,” tutup Aprilandi.

Post Terkait