Minyak Kembali Memanas, Pasar Saham Asia Dibuka Naik Tipis

Pasar saham Asia dibuka menguat, seiring dengan harga minyak mentah yang naik ke level tertinggi dua tahunan. Sementara nilai tukar euro dibuka melemah di level terendah tiga bulanan, lantaran karena keputusan Bank Sentral Eropa untuk memperpanjang stimulusnya.

Indeks MSCI terbesar di Asia Pasifik, di luar Jepang, menguat 0,2%. Dengan demikian, indeks sudah naik 3,4% sejauh bulan ini. Sementara Nikkei Jepang. N225 menguat 0,2%, sementara saham Seoul .KS11 naik 0,7%.

Pasar saham global telah mengalami tren kenaikan sejak awal tahun ini, dibantu oleh pendapatan perusahaan yang solid dan data ekonomi positif di negara-negara besar. Indeks saham dunia .MIWD00000PUS telah melonjak 17,6% sejauh 2017.

Di belahan benua lain, Wall Street masih mencatatkan kenaikan berkat saham Amazon (AMZN.O) yang naik 13,2%, dan mendorong indeks S&P 500 ke kisaran tertinggi mereka. Investor pun masih menanti laporan keuangan raksasa teknologi lainnya yakni Apple Inc (AAPL.O).

Indeks dolar AS menguat tipis, setelah dua hari berturut-turut mengalami lonjakan dibantu oleh data GDP AS yang optimistis. Perekonomian AS tumbuh pada tingkat tahunan 3% dari bulan Juli sampai September, menunjukkan ketahanan setelah badai baru-baru ini.

Investor sekarang fokus pada penunjukan siapa pemimpin The Federal Reserve menggantikan Janet Yellen, dengan spekulasi bahwa Ketua Fed Jerome Powell adalah kandidat yang paling disukai.

Post Terkait