Miliarder Asia Bermunculan, ECB Masih Buka Keran Stimulus

Sejumlah berita global mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Jumat (27/10/2017), di antaranya tentang kenaikan pesat jumlah miliarder Asia serta stimulus Bank Sentral Eropa (ECB).

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Miliarder Asia Bermunculan. Bergesernya episentrum kekayaan global ke Asia mulai menunjukkan bukti nyata. Pasalnya, jumlah miliarder Benua Kuning mulai menunjukkan kenaikan pesat dan mulai menyaingi Amerika Serikat (AS). (Bisnis Indonesia)

China Terbitkan Obligasi US$1 Miliar. Pemerintah China akhirnya menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS setelah absen sejak 2004. Salah satu sumber Bloomberg mengatakan Kementerian Keuangan China akan mulai menawarkan obligasi tersebut senilai US$1 miliar dengan tenor 5 tahun. (Bisnis Indonesia)

Kredibilitas Proyeksi The Fed Melemah. Kepala Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) Janet Yellen mulai secara terbuka mengakui kemungkinan bahwa kredibilitas
target inflasi 2% otoritasnya mulai melemah. (Bisnis Indonesia)

Jumlah Miliarder Asia Melampaui AS. Ketimbang kawasan lain, ekonomi kawasan Asia tumbuh jauh lebih cepat dan menopang pertumbuhan ekonomi global. Itu pula sebabnya, jumlah miliarder dari Asia bertambah lebih banyak dibandingkan kawasan lain seperti Eropa dan Amerika. (Kontan)

ECB Masih Buka Keran Stimulus. Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) mengeluarkan keputusan pada Kamis (26/10) untuk mulai mengurangi stimulus besar-besaran kepada perekonomian zona euro. Namun Presiden ECB Mario Draghi menegaskan bahwa bank sentral tidak pernah berniat untuk menghentikan stimulus secara tiba-tiba, selain ECB menyadari bahwa target inflasi masih belum juga tercapai.

Post Terkait