Menunggu Keputusan The Fed, Harga Emas Turun

Harga emas tergelincir ke level terendah dalam satu pekan pada perdagangan Selasa. Pelaku pasar menunggu pidato tahunan Presiden AS Donald Trump dan kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Pidato Donald Trump ini dilakukan di tengah membaiknya data-data ekonomi AS seperti penjualan, tenaga kerja dan lainnya.

Mengutip Reuters, Rabu (31/1/2018), harga emas di pasar spot turun 0,22 persen ke US$ 1.336,99 per ounce pada pukul 01.49 waktu London.

Sebelumnya, harga emas menyentuh titik terendah dalam satu minggu di US$ 1.334,10 per ounce.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun US$ 4,90, atau 0,4 persen, di US$ 1.335,40 per ounce.

Analis senior RJO Futures Josh Graves menjelaskan, pelaku pasar sedang menata kembali portofolio mereka sambil menunggu pidato donald Trump dan pengumuman kebijakan moneter the Fed.

“Banyak yang melakukan reposisi pada perdagangan hari ini,” jelas dia.

Sebelumnya pasar menguat karena adanya pandangan bahwa The Fed belum terlalu agresif dalam merombak kebijakan moneter.

Perdagangan kemarin

Pada perdagangan kemarin, harga emas turun seiring menguatnya kembali nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang membuat investor mencairkan simpanan logam mulianya. Harga emas melemah usai mencapai kenaikan mingguan keenam dalam tujuh pekan.

“Kami melihat emas di bawah tekanan karena kondisi global,” kata Walter Pehowich, Wakil Presiden Investasi Dillon Gage Metals.

Imbal hasil obligasi AS mencapai angka tertinggi multiyears dipicu ekspektasi jika bank sentral di seluruh dunia akan mengurangi stimulus seiring membaiknya perekonomian. Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membuat harga emas menjadi lebih murah.

“Manajer aset telah meningkatkan ekspos terhadap emas sejak awal tahun ini,” kata Aahli Strategi TD Securitie, Daniel Ghali.

Harga emas sebagian besar mendapat keuntungan dari penurunan dolar ke posisi terendah dalam tiga tahunyang terjadi baru baru ini. Namun menguatnya kembali mata uang ini pada Senin setelah melemah dalam enam minggu berturut-turut membuat harga emas kembali kehilangan kemilaunya.

Kenaikan imbal hasil obligasi membantu penguatan greenback, yang dikemas dengan data AS. Namun ini tetap di jalur penurunan bulanan terbesar sejak Maret 2016.

Post Terkait