Menko Darmin Puji 2 Dirut BUMN Perempuan: Desi Arryani dan Sripeni Inten Cahyani

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengucapkan selamat atas peluncuran sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (EBA DIPP1). Dia menilai peluncuran EBA ini sebagai bentuk keberanian dari seorang perempuan yang memimpin perusahaan.

Darmin mengatakan, ketika pimpinan perusahaan menyatakan ingin melakukan sekuritisasi maka ada kerelaan pendapatan dari asetnya berbagai dengan pihak lain. Bukan kepemilikan yang diserahkan tapi berbagi hasilnya.

Uniknya, lanjut Menteri Darmin, dua pimpinan perusahaan adalah perempuan. Direktur Utama Jasa Marga adalah Desi Arryani, sedangkan Direktur Utama Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani.

“Dirut Jasa Marga itu perempuan, Indonesia Power  juga perempuan. Lebih hebat lagi Menteri BUMN  perempuan juga. Jadi buat saya itu menarik sekali. Jangan-jangan  kalau laki-laki itu cenderung tidak ingin berbagi,” ujarnya di Main Hall Bursa Efek Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Memang sekali lagi, kata Darmin, perlu keberanian dan kerelaan bahwa BUMN harus berbagi saat melakukan sekuritisasi. Tapi kelebihan sekuritiasi ini, BUMN bisa mendapat uang di awal untuk kemudian mengelolanya ke dalam investasi.

“Kalau dihitung baik-baik uang unblock di awal sehingga bisa membangun pembangkit lagi. Apa tidak ada lagi menarik dari itu sebenarnya. Jadi saya ucapkan selamat pada BUMN, PLN dan Indonesia Power atas keberhasilan,” tuturnya.

Sebagai informasi, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui PT Indonesia Power melakukan sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (EBA DIPP1).

Pada tahap pertama ini, nilai EBA ditawarkan sebesar Rp4 triliun dengan aset dasar di sekuritisasi adalah aset keuangan merupakan bagian piutang penjualan ketenagalistrikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya 1-4. Rencananya dana ini akan digunakan Indonesia Power untuk melakukan pembangunan pembangkit listrik di Suralaya berkapasitas 2×1.000 megawatt.

 

Post Terkait