Menguat “Malu-Malu”, Rupiah Dibuka di Rp13.471/USD

Nilai tukar Rupiah dibuka menguat tipis pada perdagangan pagi ini. Penguatan Rupiah tersebut, tidak terlepas dari tertekannya dolar Amerika Serikat (AS), seiring buruknya data laporan pekerjaan.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia menguat 6 poin atau 0,04% menjadi Rp13.471 per USD. Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.464-Rp13.485 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat, Rupiah tidak bergerak di angka Rp13.473 per USD. Dalam pantauan Yahoofinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.473 per USD hingga Rp13.480

Lapangan pekerjaan sektor swasta AS meningkat sebesar 135.000 pada September, jauh lebih rendah daripada angka Agustus di 228.000, menurut Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP.

Sementara itu, aktivitas ekonomi di sektor nonmanufaktur meningkat pada September untuk bulan ke-93 berturut-turut, Institute for Supply Management (ISM) dalam laporannya. Indeks nonmanufaktur ISM mencapai 59,8% pada September, mengalahkan ekspektasi pasar.

Para investor juga terus mengawasi Ketua Federal Reserve Janet Yellen, yang dijadwalkan akan menyampaikan sambutan pembukaan di Komunitas Perbankan dalam konferensi penelitian dan kebijakan abad ke-21 di St. Louis pada Rabu sore waktu setempat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,10% menjadi 93,471 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1763 dari USD1,1748 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3247 dari USD1,3244 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7860 dari USD0,7833.

Post Terkait