Mengenal 6 BUMN yang Tambah Rugi Setelah Disuntik Modal

Meski sudah mendapatkan suntikan modal dari negara atau Penyertaan Modal Negara (PMN) di 2015, kinerja keuangan enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini tak kunjung membaik, bahkan bertambah kerugiannya.

Adapun keenam BUMN tersebut, antara lain PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara X (Persero), PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) dan Perkebunan Nusantara III (Persero).

“Kita sudah minta kepada Pak Wamen untuk memanggil dan melihat kepada kinerja di dalam pengawasan ini,” kara Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Mengenal lebih dalam masing-masing BUMN yang bertambah kerugiannya setelah mendapatkan PMN bisa dimulai dari PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) (DPS).

BUMN ini bergerak di industri perkapalan yang berpusat di Surabaya. DPS mulai berdiri di 22 September 1910 ketika pemerintah kolonial Belanda mendirikan NV Drogdok Maatschappij.

BUMN galangan kapal yang berpusat di Surabaya ini memiliki 4 dermaga terapung yang mampu menampung kapal sampai 290 meter panjangnya dan approx 135.000 dwt. DPS juga menawarkan jasa perbaikan kapal sampai dengan 310 meter dengan dilengkapi crane yang mampu mengangkut hingga 300 ton.

BUMN perkapalan ini memiliki mitra usaha dengan banyak perusahaan pelayaran nasional, bahkan juga antar sesama BUMN seperti Pelni dan Pertamina.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno mengungkapkan kerugian yang dialami BUMN perkapalan tersebut karena sedang lesunya industri. Selain itu, masuknya kapal impor yang lebih murah membuat pengguna lebih memilih kapal buatan luar negeri.

“Ada kebijakan kalau impor bia lebih murah,” tutur Harry.

Berikutnya, PT Dirgantara Indonesia (Persero). BUMN yang memproduksi pesawat terbang ini produknya sudah banyak digunakan di dalam dan luar negeri. Beberapa egara seperti Thailand hingga Senegal menjadi pelanggan setia produsen pesawat yang berpusat di Bandung.

Belum lama ini, PTDI berhasil menerbangkan perdana pesawat N219 di langit Bandung hingga 30-40 menit. Uji terbang pesawat N219 pun masih berlanjut untuk dapat diproduksi massal.

Selanjutnya, tiga BUMN yang bertambah kerugiannya pasca mendapatkan PMN di 2015 silam adalah PT Perkebunan Nusantara X (Persero), PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) dan Perkebunan Nusantara III (Persero).

BUMN perkebunan tersebut tergabung ke dalam sebuah holding yang dipimpin oleh PTPN III. Perseroan bergerak di bidang pengelolaan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan. Adapun komoditas yang diusahakan, antara lain kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, kakao, tembakau, aneka kayu, buah-buahan, dan tanaman lainnya.

Post Terkait