Mengatur Keuangan Bagi Suami-Istri yang Bekerja

Di zaman modern saat ini, di mana biaya hidup di kota-kota besar semakin tinggi, sering sekali kita jumpai bahwa wanita juga turut berperan dalam memberikan penghasilan untuk keluarga, selain suami. Sebagai suami istri tentu saling mengisi satu sama lain dalam keuangan, dan juga memiliki tujuan keuangan bersama.

Dalam mencapai tujuan keuangan tersebut, tentunya perlu saling dikomunikasikan dan segera action. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mencapai tujuan keuangan bersama, bila keduanya bekerja adalah sebagai berikut:

Kesepakatan bersama
Sebagai suami istri yang bekerja dan memiliki penghasilan masing-masing, tentu memiliki ego masing-masing. Namun demi mencapai tujuan keuangan bersama, perlu adanya kesepakatan bersama dalam mengontrol ego pribadi dan mau terbuka satu sama lain, khususnya dalam keuangan.

Mulai dari gaji, pengeluaran harian, bonus, hingga jajan-jajan cantik pun sudah harus saling terbuka. Keterbukaan seperti ini merupakan awal yang baik dalam sebuah hubungan, sehingga satu sama lain saling percaya dan semakin semangat untuk menggapai tujuan keuangan bersama.

Dari sini tahap selanjutnya bisa dikomunikasikan tujuan keuangan yang lebih detail, termasuk dalam menyelaraskan visi misi hingga prioritas keuangan keluarga seperti apa. Misal dalam jangka pendek atau kurang dari 2 tahun ingin segera memiliki rumah dengan cara kredit.

Maka dalam jangka pendek ini, sudah mulai mencari rumah hingga mempersiapkan untuk uang mukanya. Lalu selanjutnya membeli kendaraan sekaligus mempersiapkan biaya persalinan dan biaya pendidikan anak.

Perlu diskusi lebih lanjut dalam menentukan ini semua, mulai dari kendaraan apa, kredit berapa lama, menggunakan jasa finance yang mana, lalu rumah sakit di mana, sekolah di mana, dan hal-hal lainnya yang mencakup tujuan keuangan ini. Termasuk juga mempersiapkan produk keuangan yang lainnya seperti asuransi dan tabungan seperti apa.

Kebiasaan Menabung
Salah satu hal yang wajib dimiliki sebagai pasangan suami istri, apalagi keduanya bekerja adalah membiasakan untuk menabung. Kerap kali Karena memiliki penghasilan sendiri, malah asyik untuk ‘service’ diri sendiri dengan belanja dan belanja atau jalan-jalan.

Ini tidak salah kok, tapi bila ini menjadi sebuah kebiasaan, ini bisa menjadi masalah. Maka kebiasaan yang harus ditanamkan adalah menabung. Mumpung masih berdua saja dan belum ramai karena anak-anak, pasangan suami istri bisa membuat alokasi tabungan yang cukup besar dari penghasilan.

Misal 30-40% dari masing-masing penghasilan untuk tabungan bersama, toh anda juga belum memiliki pengeluaran besar seperti membeli susu, popok bayi, baju anak, dan lainnya. Maka momen seperti ini sebaiknya dimanfaatkan untuk membuat alokasi tabungan yang cukup berisi. Sekaligus melatih kebiasaan menabung ini sedari awal.

Momen-momen masih berdua seperti ini apalagi keduanya bekerja, tentu menjadi sebuah dilema ketika menerima penghasilan dan ingin digunakan untuk keperluan berdua, misalnya liburan berdua atau makan romantis berdua.

Ini lagi-lagi adalah hal yang wajar, tapi pertanyaan adalah apakah akan setiap saat melakukan liburan? Makan romantic di luar? Saya rasa juga agak berlebihan bila ingin melakukan hal ini terus menerus.

Maka membuat alokasi untuk liburan berdua juga penting untuk menjaga kualitas hubungan. Bagian ini termasuk entertaint/hiburan untuk berdua maupun diri sendiri. Sehingga anda tetap bisa menikmati penghasilan anda sendiri, sekaligus komitmen dan konsisten dalam membuat alokasi untuk tabungan masa depan keluarga yang lebih baik.

Selain itu anda dan pasangan juga bisa lebih kreatif dalam memanfaatkan waktu luang berdua. Misalkan mencari alternatif hiburan selain ke mall, yaitu ke taman atau ke gunung atau mulai eksperimen untuk membuat makan di rumah, di mana kegiatan ini mungkin akan mulai sedikit ‘terganggu’ bila sudah hadir si kecil.

Termasuk meluangkan waktu untuk membaca buku, menambah keahlian dengan mengikuti sebuah kursus atau training.

Nah seru kan dengan hal-hal yang bisa anda siapkan bila anda dan pasangan bekerja. Hal ini bisa dipelajari lho, di kelas dan workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia https://ow.ly/NbPy30gC3Dy atau tim AAM & Associates https://ow.ly/pxId30gC3BB.

Di Jakarta dibuka workshop Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan sehari info https://bit.ly/PMM0318 dan Belajar Menjadi Kaya Raya dengan Reksa Dana, info https://bit.ly/WRD0318.

Sementara, di luar kota, dibuka worshop sehari Mengelola Gaji di Yogya, info https://bit.ly/PMJGS18 dan Belajar Reksa Dana di sini https://bit.ly/RDJGS18. Selain Yogya ada juga workshop sehari untuk belajar mengelola keuangan dan gaji di Surabaya info https://bit.ly/PMSUB18 dan Workshop Kaya dengan Reksa Dana info https://bit.ly/RDSUB18.

Sementara untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning di sini https://bit.ly/BFP0418.

Siap-siap juga awal bulanan Ramadan ada kelas Perencanaan Keuangan Syariah juga, info https://bit.ly/IFP0518, kelasnya hanya setahun sekali lho di bulan Ramadan saja.

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami “Seputar Keuangan” atau klik t.me/seputarkeuangan.

Maka selamat mulai merencanakan keuangan bersama pasangan.

Happy Planning.

Post Terkait