Melemah Tipis, Dolar AS Masih Berada di Level Tertingginya

Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan mendekati level tertinggi satu mingguan terhadap yen, didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS. Investor pun mash menanti keputusan kebijakan Bank of Japan.

Dolar AS turun 0,1% menjadi 113,28 yen Yen Jepang, setelah naik ke level USD113,47 per yen Jepang, tingkat terkuatnya sejak pertengahan Desember. Kenaikan di luar level tertinggi pekan lalu di 113,75 yen akan mengirim dolar ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan.

Analis mengatakan dolar AS didukung yield Treasury 10-tahunan yang naik ke level tertinggi sembilan bulan, karena investor khawatir apakah pemotongan pajak akan menyebabkan utang AS yang lebih tinggi, meningkatkan penerbitan obligasi, dan lebih banyak lagi kenaikan suku bunga yang agresif oleh the Fed.

Dewan Perwakilan Rakyat AS setuju untuk merombak total pajak AS, perombakan terbesar dalam 30 tahun. Namun, diperkirkaan akan ada defisit pajak USD1,5 triliun akibat keputusan Presiden Donald Trump ini.

Terhadap yen, euro terakhir diperdagangkan di 134,48 yen. Pada hari Rabu, euro telah meningkat sebesar 134,76 yen, level terkuatnya terhadap yen sejak Oktober 2015.

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan target suku bunga jangka pendeknya sebesar minus 0,1%, pada keputusan kebijakannya yang akan dikeluarkan dan berjanji untuk membimbing yield obligasi 10 tahun sekira 0%.

Pelaku pasar pun mencari jawaban dari konferensi pers pasca-pertemuan oleh Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda, untuk mengetahui apakah bank sentral semakin dekat untuk bergabung dengan Federal Reserve AS dan bank sentral Eropa dalam menerbitkan stimulus.

Pasalnya, pidato Kuroda bulan lalu memicu spekulasi ketika dia menyebutkan konsep ‘tingkat pembalikan’, tingkat di mana tingkat suku bunga yang rendah mulai memiliki efek samping yang lebih berbahaya. Jika komentar Kuroda ditafsirkan sebagai hawkish, dolar AS mungkin akan mendapat tekanan terhadap yen.

Post Terkait