Mau Pakai ‘Hotel Terbang’ Mewah Ini? Siapkan Rp 900 Juta per Jam

Mimpi menikmati kenyamanan hotel berbintang sambil bepergian kini menjadi kenyataan.

Dream Jet menawarkan pengalaman tersebut, anda perlu merogoh kocek sebesar 500.000 Yuan atau US$ 74.000 per jam (sekitar Rp 900 juta/jam) dan dapat disewa untuk pribadi.

Pesawat ini merupakan jenis Boeing 787 Dreamliner yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut penumpang VVIP. Hal ini juga yang membuat nama Dream Jet ini layaknya pesawat idaman.

Meskipun pertumbuhan maskapai di China membaik seiring dengan tensi politik, maskapai Deer Jet yang merupakan bagian dari grup HNA melakukan ekspansi hingga ke luar negeri.

HNA Group baru saja membeli 25% saham Hilton dan menggunakan pesawat Boeing 787 untuk memperkenalkan lebih luas lagi nama hotel tersebut. Deer Jet, Waldorf Astoria, dan St. Regis telah bermitra untuk menggunakan pesawat Boeing 787 untuk melayani penerbangan dari Hong Kong ke Roma, Paris, dan Tahiti.

Di Seattle baru-baru ini, Deer Jet memamerkan interior pesawatnya yang telah dimodifikasi layaknya hotel berbintang. CEO HNA Group, Adam Tan telah terbang pada malam sebelumnya dari Doha untuk bertemu dengan pendiri Microsoft, Bill Gates.

“Ini benar-benar seperti di rumahmu,” kata Tan seperti dilansir dari CNN Money, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Ini mungkin juga tidak seperti rumah dan juga bukan seperti pesawat pada umumnya.

Memasuki pesawat ini hampir tak terasa seperti akan terbang, kecuali hadirnya tanda keluar berwarna hijau. Penumpang perlu melepaskan alas kakinya dan memasuki jalan melingkar.

Salah satu jalan mengarah ke kokpit dan satu lagi akan mengantarkan anda langsung ke ruang utama.

Dinding kayu menghiasi sepanjang lorong hingga ruang utama, area ini juga dilengkapi dengan jendela berukuran 19 inchi lengkap dengan kursi, meja yang ditutupi dengan hiasan kaca yang dibuat oleh seniman Dale Chihuly.

Sebuah taplak meja berwarna putih juga menghiasi meja makan yang mampu memuat 6 orang. Tak ada hiasan emas atau kerlip cahaya, namun cukup terlihat mewah.

Bagian kamar tidur utama dilengkapi dengan tempat tidur nan besar dan televisi 42 inchi. Kamar mandi juga dilengkapi dengan meja rias dan shower air panas. Kamar tidur juga dirancang dengan peredam suara hingga 44 desibel.

Jika di pesawat biasa kursi kelas bisnis terletak di bagian depan, di Dream Jet kursi tersebut berada di bagian belakang sebanyak 18 unit. Dengan kemampuan jarak tempuh hingga 9.800 mil, pesawat ini mampu terbang ke dua titik yang berjauhan di dunia.

Deer Jet sangat memperhatikan kualitas pilot. Para pilot berasal dari pesawat komersial HNA dan diwajibkan memiliki pengalaman terbang minimal 10.000 jam dan 2.000 di antaranya pesawat Boeing 787. Pesawat ini mamlu mengangkut 30 orang dalam sekali jalan, namun umumnya lebih sedikit dari angka tersebut.

Boeing memungkinkan maskapai penerbangan memilih jenis kabin 787 sesuai katalog produk, baik dengan kursi normal dan bahkan bar. Namun, hal tersebut berbeda jauh dibandingkan dengan Dream Jet.

Pesawat Deer Jet pertama kali mengudara tahun 2013 dengan interior kosong hingga pada akhirnya dirombak total. Modifikasi interior pesawat dibutuhkan US$ 80 juta sampai US$150 juta berdasarkan perkiraan industri. Angka tersebut terbilang tinggi dibandingkan harga baru Boeing 787 sebesar US$ 200 juta.

Dream Jet dirancang untuk memenuhi standar keselamatan penerbangan di samping memanjakan kenyamanan bagi penumpang. Merancang pesawat jet tidak semudah memilih kain dan perabot rumah, tidak hanya menghadirkan kamar hotel berbintang di dalam pesawat dalam sehari.

Boeing 787 sebagian besar dibuat dari serat karbon, dan memiliki sistem kelistrikan yang cukup rumit, menambahkan lonceng dan peluit saja menjadi tantangan tersendiri.

Karya pertama ini diawasi langsung oleh Kestrel Aviation dengan membutuhkan 42 kilometer (km) kabel tambahan dan lebih dari 17.000 koneksi ke sistem kelistrikan pesawat.

Pesawat yang telah dikerjakan kemudian dijual ke Deer Jet pada musim panas 2016 lalu. Namun, dalam waktu dekat akan ada tambahan pesawat baru lagi seperti ini. Deer Jet mengungkapkan pada Mei lalu pihaknya telah memesan pesawat kedua dan akan tiba di paruh pertama 2018.

Post Terkait