Mantap! Agricultural Bank of China Tumbuh di Tengah Tantangan

Perbankan China masih menjadi korporasi terbesar di dunia di tengah persaingan yang semakin ketat di industri perbankan global. Selain dua korporasi terbesar di dunia yang berasal dari China, yakni Industrial and Commercial Bank of China dan China Construction Bank, Agricultural Bank of China (ABC) tak bisa diremehkan.

JPMorgan Chase menyebut Agricultural Bank of China sebagai bank terbesar ketiga di dunia. Posisi tersebut menegaskan dominasi yang dimiliki ABC secara global. Memang, beberapa pengamat menilai para investor global masih khawatir dengan kerugian kredit dalam sistem perbankan China. Penurunan ekonomi juga berarti laba di 10 bank terbesar di China turun pada 2016.

“Pada 2017, para investor terus mengamati sistem perbankan China, mulai peningkatan leverage hingga melemahnya kualitas aset. Kondisi politik juga sangat berpengaruh,” demikian bunyi laporan Forbes. Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, dunia tetap mengagumi ABC sebagai salah satu bank papan atas yang kiprahnya sangat besar di China dan global.

Sebagai bagian dari empat bank terbesar di China, ABC atau disebut AgBank didirikan pada 1951 dan memiliki kantor pusat di distrik Dongcheng, Beijing. Cabang ABC menyebar di China, Hong Kong, London, Tokyo, New York, Frankfurt, Sydney, Seoul, dan Singapura. ABC memiliki 320 juta konsumen retail, 2,7 juta klien korporat, dan hampir 24.000 cabang.

Bank tersebut menjadi bank terbesar ketiga di China berdasarkan asetnya. Bank itu menggelar penawaran saham perdana (IPO) pada pertengahan 2010 dan dianggap sebagai IPO terbesar di dunia saat itu. Saham Agricultural Bank of China diluncurkan di Bursa Saham Shanghai dan Bursa Saham Hong Kong. ABC mengumpulkan USD19,21 miliar dalam IPO di Hong Kong dan Shanghai pada 6 Juli 2010.

Pada 13 Agustus 2010, ABC secara resmi menyelesaikan IPO dengan total USD22,1 miliar. IPO itu awalnya diduga dapat mengumpulkan hingga USD30 miliar, tapi sentimen pasar yang lebih lemah menurunkan nilai tersebut. CICC, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley memimpin saat IPO ABC di Hong Kong. Meski begitu, JPMorgan, Macquarie, Deutsche Bank, dan unit sekuritas ABC juga terlibat.

Adapun CICC, Citic Securities, Galaxy, dan Guotai Junan Securities mengelola untuk porsi di Bursa Saham Shanghai. ABC menjual sekira 40% saham saat IPO di Shanghai pada 27 investor strategis, termasuk China Life Insurance dan China State Construction. Sebanyak 11 investor utama dipilih untuk IPO di Hong Kong, termasuk Qatar Investment Authority dan Kuwait Investment Authority yang semuanya memiliki nilai saham USD5,45 miliar.

Pada 2011, ABC masuk peringkat delapan dalam daftar Top 1.000 World Banks. Pada 2015, ABC menempati peringkat ketiga dalam daftar tahunan Forbes, Global 2.000, untuk perusahaan terbesar, paling kuat, dan paling bernilai di dunia. Sejak Republik Rakyat China lahir pada 1949, ABC dibentuk dan mengalami merger beberapa kali. Pada 1951, dua bank China, Farmers Bank of China dan Cooperation Bank, melakukan merger membentuk Agricultural Cooperation Bank yang dianggap sebagai cikal bakal ABC.

Meski begitu, Agricultural Cooperation Bank kemudian merger menjadi Peoples Bank of China atau Bank Sentral China pada 1952. Bank pertama yang memiliki nama Agricultural Bank of China didirikan pada 1955, tapi kemudian merger menjadi Bank Sentral dua tahun kemudian. Agricultural Bank of China hari ini didirikan pada Februari 1979.

Bank itu direstrukturisasi untuk membentuk perusahaan holding yang disebut Agricultural Bank of China Limited. Bank tersebut kemudian didaftarkan di Bursa Saham Shanghai dan Hong Kong pada Juli 2010. Pada April 2007, ABC menjadi korban perampokan bank terbesar dalam sejarah China. Perampokan terjadi saat dua manajer di cabang Handan, Provinsi Hebei, menggelapkan hampir USD7,5 juta.

Pada 2012, ABC memulai proyek untuk migrasi menuju Avaloq Banking System. Saat krisis Korea 2013, Agricultural Bank of China menghentikan bisnis dengan bank di Korea Utara (Korut) yang dituduh Amerika Serikat (AS) mendanai program rudal dan nuklir Pyongyang. Sebagai bentuk ekspansi ke luar negeri, ABC juga membuka beberapa cabang, termasuk di Luksemburg yang menjadi salah satu lokasi penting dalam operasional bank tersebut di Eropa.

Langkah ABC membuka cabang di Luksemburg itu mengikuti langkah yang pertama kali dilakukan oleh Bank of China pada 1979. Selain ABC, di Luksemburg juga terdapat cabang bank China lain, yakni Bank of China, Bank of Communications, China Construction Bank, China Merchants Bank, Industrial and Commercial Bank of China, serta China Everbright Bank.

ABC juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga lain. Yang terbaru adalah penandatanganan kesepakatan komprehensif dengan Jiangman Yili Fisheries (JFD). Kesepakatan ini untuk mendukung bisnis anak perusahaan JFD yakni Tri-way Industries Ltd (TW). TW berencana mengembangkan penjualan ekspor secara agresif untuk memperkuat operasi penjualan domestik.

Ini merupakan salah satu alasan utama ABC meminta TW menjadi mitra bisnis selama fase pengembangan perusahaan tersebut. Adapun Sino Agro Food memiliki 36,6% saham TW. Chairman dan CEO TW sekaligus Chairman dan CEO Sino Agro Food Solomon Lee sangat senang dengan kerja sama tersebut karena akan memiliki dampak secara domestik dan internasional.

“Kemitraan win-win yang ditandatangani dengan ABC meningkatkan kapasitas TW dan JFD untuk memenuhi target pengembangan saat memperkuat statusnya sebagai penggerak ekonomi di kawasan,” paparnya. “Kesepakatan ini memperluas peluang di sektor perbankan dan bisnis,” pungkas Lee.

Post Terkait