Lampu Kuning Utang Pemerintah

Utang pemerintah dianggap sudah memasuki lampu kuning. Per akhir Agustus 2017, total utang tercatat mencapai Rp 3.825,79 triliun dan akan terus meningkat ke depannya.

Demikianlah disampaikan oleh Fuad Bawazier, Mantan Menteri Keuangan saat diskusi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rabu (27/9/2017).

Fuad menjelaskan, pada 2017, kewajiban pembayaran bunga dan cicilan utang mencapai 35% dari total penerimaan perpajakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan Rp 1.473 triliun.

Tahun depan penerimaan perpajakan ditargetkan Rp 1.609 triliun. Sebanyak 39,6% dari total tersebut digunakan untuk pembayaran bunga yang sebesar Rp 247,5 triliun dan cicilan utang Rp 390 triliun.

Artinya hanya tersisa 60% untuk pembiayaan pembangunan. Dana sisa tersebut belum lagi dipotong untuk belanja pegawai dan kebutuhan operasional rutin pemerintah.

“Bila sudah mencapai 45-50% dari pendapatan perpajakan sudah kesedot untuk bayar bunga dan cicilan pokok utang maka pasar Surat Berharga melihat sudah lampu kuning-merah terhadap keuangan negara (APBN). Artinya ada kemungkinan negara akan menuju gagal bayar,” jelasnya.

Kondisi ini akan semakin buruk apabila ada goncangan, baik dari global maupun dalam negeri. Sekarang sekitar 40% pemegang SBN adalah asing.

“Pemegang SBN yang 40%-nya dipegang investor asing akan melepas SBN dan bila itu terjadi maka ekonomi Indonesia akan kolaps yang diawali dengan jatuhnya kurs rupiah terhadap dolar, lalu diikuti dengan krisis politik yang amat berat,” paparnya.

Post Terkait