KURS RUPIAH 21 NOVEMBER: Spot Dibuka Melemah 5 Poin

Berikut adalah berita pergerakan rupiah sepanjang hari ini dari pembukaan hingga penutupan yang disajikan secara langsung di Bisnis.com.

Nilaitukar rupiah berakhir menguat tipis pada perdagangan  Senin (20/11/2017), setelah sempat berfluktuasi sepanjang perdagangan.

Rupiah ditutup menguat 0,01% atau 2 poin di Rp13.529 per dolar AS, setelah dibuka naik 0,10% atau 14 poin di Rp13.517. Adapun pada perdagangan Jumat (17/11), rupiah berakhir terapresiasi 8 poin ke level Rp13.531 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan kemarin, rupiah terus befluktuasi pada kisaran Rp13.508 – Rp13.542 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia menguat dipimpin peso Filipina dengan apresiasi 0,43%, diikuti ringgit Malaysia sebesar 0,24%. Adapun won Korea Sealtan dan yen Jepang masing-masing melemah 0,27% dan 0,04%.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau melemah 0,04% atau 0,04 poin ke 93,618 pada pukul 16.12 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar terangkat oleh pelemahan mata uang euro terhadap dolar AS setelah upaya Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membentuk pemerintahan koalisi tiga arah gagal, sehingga meningkatkan kekhawatiran seputar ketidakpastian politik pada negara berkekuatan ekonomi terbesar di wilayah Eropa tersebut.

Merkel dikabarkan akan bertemu Presiden Jerman untuk menginformasikan kegagalannya membentuk pemerintahan koalisi dengan Partai Hijau dan Partai Demokrat Bebas (FDP).

Namun, pelemahan euro perlahan mulai menipis karena investor cenderung mengesampingkan risiko politik yang lebih luas dari kegagalan koalisi Merkel tersebut.

Nilai tukar euro melemah 0,03% aatau 0,0003 ke level US$1.1787 per euro.

Post Terkait