KURS JISDOR 9 FEBRUARI: Terdepresiasi ke Rp13.643, Rupiah Lanjut Melemah

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.643 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (9/2/2018).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp13.643 per dolar AS, terdepresiasi 41 poin atau 0,30% dari posisi Rp13.602 pada Kamis (8/2/2018).

Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah terpantau lanjut melemah 40 poin atau 0,29% ke Rp13.645 per dolar AS pada pukul 10.11 WIB.

Sebelumnya nilai tukar rupiah dibuka dengan depresiasi 34 poin atau 0,25% di Rp13.639 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis (8/2) rupiah berakhir melemah 50 poin atau 0,37% di Rp13.605 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang perdagangan pagi ini rupiah bergerak pada kisaran Rp13.628 – Rp13.652 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik 0,03% atau 0,031 poin ke level 90,260 pada pukul 10.02 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,047 poin atau 0,05% di posisi 90,276, setelah pada perdagangan Kamis (8/2) berakhir turun 0,03% atau 0,026 poin di posisi 90,229.

Dalam risetnya, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail memprediksikan pelemahan rupiah di kisaran Rp13.590-Rp13.650 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Dipaparkan, indeks dolar AS kemungkinan bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang dunia lainya seiring antisipasi investor atas naiknya imbal hasil obligasi AS. Rupiah diperkirakan masih melanjutkan pelemahannya sebagai dampak dari kenaikan imbal hasil global.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

9 Februari 13.643
8 Februari 13.602
7 Februari 13.533
6 Februari 13.578
5 Februari 13.498

Post Terkait