Kurs Dolar AS Kembali Kokoh berkat Pernyataan Pejabat The Fed

Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Senin (Selasa pagi WIB). Kokohnya kurs dolar karena para investor mempertimbangkan pernyataan terbaru dari pejabat-pejabat Federal Reserve.

Presiden Federal Reserve Bank of New York William Dudley mengatakan bahwa faktor-faktor yang menahan tekanan harga akan hilang seiring berjalannya waktu, sehingga bank sentral AS dapat mempertahankan laju pengetatan kebijakan moneter secara bertahap.

“Inflasi akan meningkat dengan memudarnya dampak-dampak dari sejumlah faktor sementara dan istimewa, menjadi stabil di sekitar target Fed 2% dalam jangka menengah,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan bahwa dia secara luas setuju dengan rekan-rekannya yang percaya bahwa tingkat suku bunga akan naik secara bertahap menjadi sekitar 2,7% dalam dua tahun ke depan, dari kisaran saat ini antara 1% dan 1,25%.

Namun dia mengatakan, inflasi yang berjalan di 1,4% oleh alat pengukur Fed yang disukai, terlalu rendah, dan menyuarakan kekhawatiran bahwa ekspektasi inflasi yang rendah akan mencegahnya dari kenaikan menuju target inflasi the Fed.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,54% menjadi 92,673 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1839 dari USD1,1948 dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3467 dari USD1,3531. Dolar Australia turun menjadi USD0,7944 dari USD0,7968.

Dolar AS dibeli 111,66 yen Jepang, lebih rendah dari 112,00 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9674 franc Swiss dari 0,9699 franc Swiss, dan naik tipis menjadi 1,2354 dolar Kanada dari 1,2335 dolar Kanada.

Post Terkait