Kurs Asia Melemah, Rupiah Ditutup Terdepresiasi 0,21%

Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (2/2/2018), sejalan dengan mayoritas mata uang lainnya di kawasan Asia.

Rupiah ditutup melemah 0,21% atau 28 poin di Rp13.452 per dolar AS. Pagi tadi, rupiah dibuka dengan penguatan 0,13% atau 17 poin ke level Rp13.407 per dolar AS.

Adapun pada perdagangan Kamis (1/2/2018), rupiah berakhir melemah 0,28% atau 38 poin di posisi 13.424. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.407 – Rp13.460 per dolar AS.

Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ memperkirakan rupiah akan melemah hingga Rp13.600 per dolar AS pada akhir tahun karena defisit neraca perdagangan dan neraca berjalan yang lebih besar, menyusul kenaikan belanja infrastruktur dan kenaikan nilai impor energy.

“Lonjakan mata uang pada bulan Januari menunjukkan bahwa Bank Indonesia tidak peduli dengan mata uang yang lebih kuat seperti sebelumnya, ketika lebih cenderung mempertahankannya sedikit lebih rendah,” ungkap riset Bank Of Tokyo-Mitsubishi UFJ, seperti dikutip Bloomberg.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau melemah, dipimpin won Korea Selatan yang melemah 0,75%, disusul yen Jepang yang terdepresiasi 0,43%.

Adapun ringgit Malaysia dan renminbi China menguat masing-masing 0,33% dan 0,15%.

Adapun indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau menguat 0,23% atau 0,201 poin ke level 88,872 pada pukul 16.33 WIB.

Post Terkait