Korut Siap Uji Coba Rudal Lagi, Greenback Melemah

Pergerakan dolar AS terpantau melemah terhadap yen pada perdagangan pagi ini, Senin (9/10/2017), seiring dengan berlanjutnya risiko geopolitik di tengah kekhawatiran yang dipicu kabar bahwa Korea Utara kemungkinan sedang mempersiapkan uji coba rudal terbaru.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,06% atau 0,053 poin ke 93,747 pada pukul 09.48 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun 0,04% atau 0,041 poin di level 93,759, setelah pada perdagangan Jumat (6/10) berakhir melemah 0,17% di posisi 93,800.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau menguat 0,03% ke 112,60 per dolar AS pada pukul 09.58 WIB, setelah pada perdagangan Jumat (6/10) berakhir terapresiasi 0,17% di posisi 112,63.

Dikutip oleh kantor berita RIA Rusia, seorang anggota parlemen Rusia yang kembali dari kunjungannya ke Pyongyang mengatakan bahwa Korea Utara siap untuk menguji rudal berjangkauan jarak jauh, yang diyakini dapat mencapai pantai barat Amerika Serikat.

Fokus baru terhadap ketegangan geopolitik membantu memberi dukungan pada yen sebagai aset safe haven, sekaligus membantu menarik dolar turun dari level tertingginya pasca rilis data pekerjaan AS.

Sentimen tersebut menambah beban terhadap dolar setelag pada perdagangan Jumat tertekan oleh aksi profit taking.

“Ketika berita terkait Korea Utara sampai ke pasar, ini memperparah penurunan greenback,” kata Stephen Innes, kepala perdagangan Asia Pasifik untuk Oanda, seperti dikutip dari Reuters.

“Pasar Asia akan benar-benar menunggu dan melihat bagaimana hal ini berlanjut serta terus memantau pemberitaan,” lanjut Innes.

Mengingat Jepang adalah negara net creditor terbesar di dunia, para pedagang menganggap repatriasi Jepang dari negara-negara asing akan menggoncang penjualan aset Jepang oleh investor asing selama masa ketidakpastian ekonomi.

Ini berarti yen terus berperilaku sebagai mata uang safe haven meskipun Jepang terhubung dengan jarak geografis ke Korea Utara.

Post Terkait