Konflik Dagang AS-China Mereda, Harga Emas Melandai

Harga emas turun pada perdagangan Kamis karena permintaan investor akan instrumen safe haven mulai berkurang. Pendorong penurunan harga emas karena adanya indikasi kesediaan Amerika Serikat (AS) dan China untuk melakukan negosiasi dalam sengketa perdagangan.

Mengutip Reuters, Jumat (6/4/2018), emas merupakan salah satu instrumen safe haven. Dengan berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar akan adanya perang dagang membuat investor kembali mengoleksi instrumen investasi dengan risiko tinggi seperti saham dan mulai melepas emas.

Selain itu, kembalinya investor mengoleksi saham membuat nilai tukar dolar AS menguat dan berdampak kepada harga emas. Dengan penguatan dolar AS, harga logam mulia tersebut akan lebih mahal bagi mereka yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang di luar dolar AS.

“Ketegangan perdagangan AS-China yelah mereda sehingga ekuitas mulai kembali bergairah. Hal tersebut membuat logam mulia tertekan,” jelas Chris Gaffney, analis di Everbank.

Harga emas di pasar spot emas turun 0,5 persen menjadi USD 1.325,81 per ounce pada pukul 1:38 siang waktu New York. Selama sesi awal, harga emas mencapai level terendah dalam satu minggu di USD 1.322,40 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun USD 11,70, atau 0,9 persen ke level USD 1.328,50 per ounce.

Perdagangan sebelumnya

Pada perdagangan Rabu,  harga emas menguat usai China mengatakan akan memberlakukan tarif hingga 25 persen untuk 106 kategori produk Amerika Serikat (AS) termasuk kedelai. Ini meningkatkan ketegangan konflik perdagangan antara AS dan China.

Sentimen tersebut membuat emas sebagai portofolio aset yang cenderung menarik di tengah ketidakpastian global. Harga emas untuk pengiriman Juni naik 0,2 persen atau USD 2,90 menjadi USD 1.340,20 per ounce pada awal perdagangan.

Sementara itu, harga perak terpukul di tengah kekhawatiran perang dagang. Harga perak melemah 0,8 persen atau 13,8 sen menjadi USD 16.254 per ounce. Harga tembaga juga ikut turun. Harga tembaga susut 1,7 persen ke posisi USD 3.0105 per pound di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Post Terkait