Kioson Komersial Serap 70,96% Dana IPO

Hingga akhir tahun 2017, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) telah menyerap atau menggunakan dana hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar 70,96% dari hasil bersih dana IPO yang berhasil dikantungi sebesar Rp45 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp1,82 miliar, perusahaan mendapat hasil bersih Rp43,18 miliar. Dalam prospektus, dana tersebut akan digunakan untuk akuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi sebesar Rp34,09 miliar. Kemudian, untuk modal kerja sebesar Rp9,09 miliar. Sehingga total dana yang digunakan sebesar Rp43,18 miliar.

Adapun realisasinya, besaran nilai akuisisi masih sesuai dengan rencana. Sementara, untuk modal kerja berubah lebih kecil menjadi Rp1,75 miliar. Sehingga, total dana yang telah digunakan sebesar Rp35,48 miliar atau setara dengan 70,96%. Secara keseluruhan, KIOS masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp7,34 miliar. Modal kerja tersebut digunakan untuk pengadaan gadget dan elektronik.

Diklaim menjadi pionir startup yang menjadi perusahaan publik, membuat harga saham KIOS melesat ke harga Rp3.310 dari awal Rp450 pada saham hari pertama. Akibatnya, saham KIOS sempat masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena dituding bergerak di luar kewajaran. Merespon hal tersebut, Direktur Utama KIOS, Jasin Halim pernah bilang, pertumbuhan tersebut sangat mengejutkan dimana gairah investor retail terhadap KIOS merupakan sinyal positif bahwa IPO dapat menjadi pilihan pendanaan yang baik bagi startup di Indonesia.

”Kami juga melihat hal ini sebagai bentuk kepercayaan publik atas potensi pasar dan strategi yang dibawah oleh Kioson,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan menjadi perusahaan terbuka, berbagai informasi Kioson dapat mudah diakses dan dimonitor publik.”Kami akan terus konsisten menjadi penjembatan antara underserved market dengan layanan digital. Saat ini, kami melihat pangsa pasar yang besar justru ada di sana dan sangat jarang pemain yang memberikan layanan yang baik kepada masyarakat di kota lapis kedua. Strategi bisnis inilah yang kami yakni mampu mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan jangka panjang,”tuturnya.

Post Terkait