Kejar Penerimaan Pajak, Pemerintah Lirik Sektor Ekonomi Digital

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) masih berusaha mengejar kekurangan penerimaan pajak. Banyak hal dilakukan, mulai dari penggunaan data dari program tax amnesty hingga menyasar ekonomi digital.

Pasalnya, penerimaan pajak hingga September 2017 telah mencapai Rp 770 triliun atau 60% dari target dalam APBNP Rp 1.283,6 triliun. Pemerintah masih memiliki waktu sekitar 3 bulan mengejar kekurangannya yang mencapai Rp 513 triliun.

“Memang Ditjen Pajak itu berusaha menggunakan data yang diperoleh dari tax amnesty. Ditjen Pajak mencoba mendefinisikan membuat aturan untuk bidang-bidang kegiatan yang belum terlalu efektif dipajaki, misalnya digital. Selain itu, Ditjen Pajak berusaha untuk memperluas tax based dia. Termasuk dengan memanfaatkan data tax amensty,” kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/10/2017).

Menurut Darmin, dalam mengejar penerimaan pajak pemerintah telah melakukan reformasi perpajakan pada administrasinya hingga sistem informatika dan teknologi (IT).

Dalam APBNP 2017, kata Darmin, penerimaan pajak dirancang lebih baik dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana pertumbuhannya sudah dikisaran 8%. Kendati demikian, lanjut Darmin, dalam wakti tiga bulan terakhir ini menjadi penentu bagi pemerintah untuk mempertahankan defisit anggaran sesuai target, yakni 2,67%.

Sebab, lanjut Darmin, dari pengalaman-pengalaman sebelumnya di 3 bulan terakhir penerimaan pajak biasanya tidak mengalami lonjakan meskipun pengeluaran terjadi lonjakan.

“Oleh karena itu, ini harus diupayakan betul, kalau enggak bisa, akan ada upaya lain, juga mau tidak mau mempengaruhi besaran defisit, tapi defisit diyakini tetap terkendali,” jelas Darmin.

Post Terkait