Kebijakan BoJ Topang Yen, Dolar Lesu Lagi Jelang Rilis Data Inflasi AS

Dolar AS kembali merosot ke zona merah pada perdagangan pagi ini, Jumat (13/10/2017), di tengah penantian para investor atas rilis data inflasi AS.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,09% atau 0,081 poin ke 92,976 pada pukul 10.20 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,06% atau 0,056 poin di level 93,113, setelah mengalami rebound 0,05% ke posisi 93,057 di akhir perdagangan Kamis.

Dilansir Reuters, dolar berbalik arah ke zona merah saat investor menantikan rilis data inflasi AS demi mencermati kecenderungan bank sentral AS The Federal Reserve untuk tetap teguh pada rencana penaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Risalah rapat kebijakan The Fed pada 20 September menunjukkan banyaknya pembuat kebijakan yang berpikir kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam pertemuan kebijakan pada Desember akan tetap terjadi.

Namun, beberapa lainnya juga mencatat bahwa langkah pengetatan lebih lanjut bergantung pada data inflasi yang akan datang.

“Banyak peserta (rapat) menyatakan keprihatinan bahwa data inflasi yang rendah tahun ini mungkin mencerminkan pengaruh perkembangan yang dapat terbukti lebih berlanjut,” tulis The Fed dalam risalahnya.

Pada hari Kamis (12/10), Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga produsen (producer price index/PPI) untuk permintaan akhir meningkat 0,4% pada bulan September. Sepanjang 12 bulan sampai September, PPI melonjak 2,6%, kenaikan terbesar sejak Februari 2012.

“PPI menunjukkan beberapa tanda inflasi, setidaknya di tingkat produsen, dan selanjutnya kita akan melihat data indeks harga konsumen,” kata Bill Northey, chief investment officer di US Bank Wealth Management.

Seiring dengan pelemahan dolar, nilai tukar yen hari ini terpantau lanjut menguat 0,18% ke 112,09 per dolar AS pada pukul 10.31 WIB, setelah kemarin berakhir terapresiasi 0,18% di posisi 112,29.

Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda kemarin menegaskan tekad bank sentral Jepang tersebut untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ultra longgar, bahkan saat bank sentral di AS dan Eropa mulai menormalkan kebijakan moneter.

“Meskipun ekonomi Jepang sedang berkembang, inflasi dan pertumbuhan upah masih sangat rendah. Inflasi tetap mencapai sekitar 0,5%, masih di bawah target kami,” jelas Kuroda kepada awak media di Washington, seperti dikutip dari Reuters.

Posisi indeks dolar AS                                       

13/10/2017

(Pk. 10.20 WIB)

92,976

(-0,09%

12/10/2017

93,057

(+0,05%)

11/10/2017

93,015

(-0,29%)

10/10/2017

93,290

(-0,41%)

9/10/2017

93,675

(-0,13%)

Post Terkait